Dinilai Akan Menimbulkan Kaos, Izin Seminar Sudirman Said Dicabut

Logo UGM. - JIBI
12 Oktober 2018 21:30 WIB Herlambang Jati Kusumo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Leader of Change Association, penyelenggara seminar kebangsaan kepemimpinan di era milineal, yang rencananya diselenggarakan di Auditorium Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (12/10/2018), terpaksa memindahkan lokasi acara dikarenakan pencabutan izin oleh pihak kampus. Seminar tersebut diisi mantan Menteri ESDM Sudirman Said dan Menteri Agraria Tata Ruang Ferry Mursyidan. Keduanya merupakan tim sukses pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Sandi di Pilpres 2019

Ketua panitia seminar Jibril Abdul Aziz menjelaskan sebenarnya pihak panitia sudah mengantongi izin pada Kamis (11/10), namun secara mendadak pada Jumat (12/10) pukul 09.00 WIB pihaknya dipanggil oleh Fakultas Peternakan dan diminta membatalkan acara tersebut di lingkungkan kampus.

“Saya menemui pihak fakultas dan tidak ada toleransi harus dibatalkan. Saat saya tanya alasan pembatalan, dijawab karena akan menimbulkan kaos. Lalu saya mengatakan jika memang terjadi kaos saya akan pulangkan pembicara, namun tidak diterima. Secara lisan juga muncul ancaman drop out jika tetap menjalankan di kampus. Kami menurut, tidak ngotot dan legawa,” katanya saat dihubungi Harian Jogja, Jumat (12/10/2018).

Panitia mencoba mencari alternatif lain dan akhirnya menemukan tempat di salah satu rumah makan yang merupakan pilihan terakhir.

Dikatakan Jibril, acara tersebut tidak ada kepentingan politik sama sekali. Bahkan pihaknya mengaku sudah mewanti-wanti ke pembicara agar tidak menyinggung masalah politik ataupun atribut.

Jibril mengaku sudah berkoordinasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan. “Kami akan bertemu dengan jajaran akademik menjelaskan acara ini, namun belum tahu pastinya kapan. Menunggu dari pihak kampus,” katanya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol, UGM Iva Ariani mengatakan pembatalan seminar oleh pihak kampus bukan karena alasan politik. "Sama sekali tidak ada hubungannya dengan politik," kata Iva.

Iva menjelaskan pembatalan dikarenakan fakultas mempunyai aturan tersendiri terkait pemanfaatan sarana dan prasarana kampus. Alasan lain, acara tersebut bukan diselenggarakan oleh organisasi kemahasiswaan di bawah koordinasi fakultas. “Maka izin penggunaan ruang kemudian dicabut,” kata Iva.

Iva mengatakan kurang begitu mengetahui siapa penyelenggara seminar tersebut. Ia juga mengirimkan surat pernyataan yang ditandatangani Dekan Fakultas Peternakan Ali Agus dan Ketua BEM Fakultas Peternakan UGM, Angger M. Ghozwan Hanif.

Dalam surat tersebut tertulis beberapa poin. Pertama, selama ini Fakultas Peternakan UGM memiliki kebijakan terkait penggunaan sarana dan prasarana yang ada di lingkungan fakultas adalah untuk kegiatan tridharma (pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat) yang melibatkan civitas academica di Fakultas Peternakan UGM.

Kedua, seminar kebangsaan Kepemimpinan Era Milineal ternyata bukan merupakan kegiatan BEM Fakultas Peternakam UGM, dan BEM Fakultas Peternakan UGM tidak pernah mengeluarkan publikasi dalam bentuk apapun (termasuk flyer yang telah beredar) sehingga informasi yang beredar bukan merupakan tanggung jawab dari BEM Fakultas Peternakan UGM.

Ketiga, dikarenakan acara seminar kebangsaan tersebut bukan acara yang diselenggarakan oleh organisasi kemahasiswaan di bawah koordinasi Fakultas Peternakan UGM, maka kampus membatalkan izin penggunaan ruang Auditorium Fakultas Peternakan.