Alumni Mata Garuda DIY Diminta Peran Aktif dalam Pembangunan

Gubernur DIY Sultan HB X menerima cinderamata dari Direktur Dana Pendidikan LPDP M. Sofwan Effendi usai membuka kegiatan Capacity Building Workshop Mata Garuda DIY di Kompleks Kepatihan, Sabtu (13/10/2018). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
13 Oktober 2018 23:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Sejak didirikan pada 2013 lalu, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah membiayai berbagai program pendidikan mulai dari S2, S3, tesis hingga disertasi baik di dalam dan luar negeri. Kini para alumni LPDP yang tergabung dalam Mata Garuda diminta untuk lebih berperan aktif untuk membangun Indonesia.

Direktur Dana Pendidikan LPDP M. Sofwan Effendi mengatakan hingga saat ini secara nasional tercatat sebanyak 6.281 alumni LPDP. Mereka tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Dari jumlah tersebut sebanyak 429 orang tercatat sebagai alumni dari DIY. Seluruh alumni LPDP tersebut saat ini bergabung dalam Ikatan Alumni Penerima Beasiswa LPDP, Mata Garuda.

“Saat ini masih ada sekitar 18.466 orang mahasiswa yang menerima beasiswa dari LPDP. Mereka sedang menyelesaikan studi di 200 universitas di dunia dan sekitar 50 kampus di Indonesia,” katanya dalam kegiatan Capacity Building Workshop Mata Garuda DIY di Kompleks Kepatihan, Sabtu (13/10/2018).

Capacity Building sendiri diikuti sekitar 160 peserta. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Direksi LPDP, Ketua Mata Garuda Pusat dan perwakilan dari sejumlah instansi. Kegiatan dibagi dalam beberapa sesi. Sesi pemerintahan disampaikan oleh GKR Hemas (DPD RI) danKepala Bappeda DIY Tavip Agus Rayanto. Sesi akademisi dan jurnal ilmiah diampu Kepala LLDIKTI 5 DIY Bambang Supriyadi danDosen Fakultas Kedokteran UGM Yodi Mahendradhata.

Adapun sektor kewirausahaan diisi Founder& CEO of Fitinline.com Istofani Api Diany dan Founder & CEO PT. PMC Teknikindo Nova Suparmanto. Ketiga sesi workshop tersebut diharapkan dapat mendorong para alumni LPDP untuk berkontribusi secara aktif sesuai bidangnya untuk mencetak pemimpin dan profesional masa depan.

Dia berharap para alumni LPDP yang tergabung dalam Mata Garuda mampu membangun daerahnya. Mereka diminta tidak hanya mengejar status sebagai pegawai negeri sipil (PNS), tetapi harus menciptakan kreasi baru dan berkontribusi nyata untuk daerah.

“Mata Garusda harus ada kontribusi nyata ke daerah. Di DIY misalnya mereka bisa menciptakan lapangan kerja dengan membangun industri kreatif,” pintanya.

Sofan mengatakan sejak didirikan pada 30 Desember 2013 lalu dengan dana Rp1 triliun hingga kini LPDP mampu mengelola dana secara mandiri sebesar Rp41,6 triliun. Dana pengembangan pendidikan tersebut akan diberikan secara regular kepada siapa saja yang masuk kriteria. “Tidak harus miskin, tidak harus berstatus PNS untuk mendapatkan beasiswa. Asalkan masuk kriteria bisa mendapatkan dana beasiswa,” katanya.

Sementara itu, Gubernur DIY Sultan HB X dalam Keynote Speech “Membangun Integritas Kepemimpinan 2045, DIY sebagai Model” mengingatkan ancaman ketidakpastian ekonomi global yang dirasakan saat ini. Agar mampu keluar dari persoalan tersebut, Sultan meminta agar pemimpin dunia tidak mengikuti arus. Tetapi para pemimpin harus berjuang laiknya ikan Salmon yang biasa melawan arus, menanggung resiko.

Indonesia juga, kata Sultan membutuhkan kepemimpinan yang Tangguh untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Namunkomleksitas tantangan tersebut bisa dilewati jika diantisipasi dan disiapkan sejak dini.

“Di sini pentingnya menyiapkan generasi berwawasan global, tidak takut bersaing dengan pemimpin negara lain dan tidak tertutup dengan perkembangan zaman,” harap Sultan.