Di Sleman, Dua Mantan Menteri Jokowi Deklarasi Dukung pada Prabowo Sandi

Sudirman Said (Kanan) dan Ferry Mursyidan Baldan (Kiri) saat ditanyai wartawan pada deklarasi dukungan Prabowo Sandi dari Relawan Barisan Nusantara pada Jumat (12/10/2018) di Restoran Taman Pringsewu, Dusun Banaran, Desa Sendangadi, Mlati. - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
13 Oktober 2018 10:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Dua mantan menteri Jokowi yaitu Sudirman Said dan Ferry Mursyidan Baldan deklarasikan dukungan pada pasangan capres cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Deklarasi difasilitasi oleh relawan Prabowo Sandi dari Barisan Nusantara Korwil Yogyakarta. Direktur Materi Debat pasangan Prabowo Sandi, Sudirman Said mengatakan deklarasi dengan melibatkan peran serta masyarakat itu merupakan tanda-tanda demokrasi.

"Tandanya demokrasi itu partisipasi, bukan mobilisasi," katanya setelah deklarasi pada Jumat (12/10/2018) di Restoran Taman Pringsewu, Dusun Banaran, Desa Sendangadi, Mlati.

Sudirman yang juga Mantan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) era Jokowi ini juga mengatakan nantinya deklarasi tidak hanya dilakukan di DIY saja, tapi juga di 10 provinsi lainnya. "Setelah ini kita ke Jawa Tengah, diawali dari Solo Raya, lalu pekan depan ke wilayah Pantura," katanya.

Ia menargetkan di Jateng DIY, suara Prabowo Sandi bisa mencapai 60% lebih. Menurutnya, ekspresi terhadap pilihan pada salah satu calon janganlah dihalang-halangi.

Sementara itu Direktur Relawan pasangan Prabowo Sandi yang juga sebagai mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ferry Mursyidan Baldan mengungkapkan alasannya memilih pasangan Prabowo Sandi karena melihat kondisi negara saat ini. Menurutnya standar bernegara saat ini mengalami destandarisasi.

"Sandarisasi bernegara menjadi indikator yang menendorong kita memilih Prabowo Sandi. Saat ini rasa berbangsa menjadi melemah. Negeri ini melarang orang menyampaikan pandangan yang berbeda," kata Ferry pada Jumat (12/10/2018).

Ia menyinggung pemilihan cawapres di kedua belah pihak. "Prabowo menghadirkan wakil yang smart, tajir, dan goodlooking. Sementara yang sebelah itu memang kita sayang ulama tapi kalau ulama ada di jabatan publik akan beresiko. Saya tidak ikhlas kalau ulama didemo," ujar Ferry.

Relawan Barisan Nusantara Korwil Yogyakarta Imam Sujangi mengatakan relawan yang ditampung dalan Barisan Nusantara berasal dari masyarakat yang tidak terikat dan tidak semua terafiliasi parpol. "Kita akan bekerja maksimal. Kita all out," ucapnya.