Peneliti Ungkap Ancaman Abrasi Besar Pantai Selatan Bantul Akibat Masifnya Penambangan Pasir

Ilustrasi abrasi. - JIBI
18 Oktober 2018 20:50 WIB Rahmat Jiwandono Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Ketinggian gelombang Pantai Selatan setinggi dua hingga lima meter diprediksi bisa menimbulkan abrasi hebat. Posisi geografis pantai di Bantul seperti Parangtritis dan Kwaru yang menghadap ke Samudra Hindia dinilai rentan abrasi besar.

Pakar kebencanaan mengkhawatirkan terjadinya abrasi di wilayah Pantai Selatan Bantul. Abrasi terjadi karena pasir dari Gunung Merapi yang diendapkan melalui sungai-sungai besar di Jogja. Sungai-sungai besar itu bermuara di Pantai Kwaru hingga Parangtritis.

Peneliti Seksi Kebencanaan dari Pusat Studi Manajemen Sungai dan Pantai UPN Veteran Yogyakarta Jatmika Setiawan, mengatakan penambangan pasir besar-besaran terjadi di Sleman.

"Dulu pasir dari Gunung Merapi dibawa oleh sungai lalu bermuara ke pantai di Bantul, dengan adanya penambangan jumlah pasir yang dibawa menjadi berkurang," kata dia kepada Harianjogja.com, Kamis (18/10/2018).

Jatmika juga menerangkan kondisi Pantai Parangtritis adalah pantai terjal. Pantai terjal merupakan pantai yang menghadap ke arah tumbukan antara lempengan Samudra Hindia dan Samudra Australia. Lempengan ini letaknya berada di Bantul.

Karakteristik Pantai Parangtritis yang mempunyai palung laut dengan kedalaman dua hingga enam kilometer.

Dijelaskannya, jika ombak laut di Pantai Parangtritis yang mencapai dua atau lima meter, saat mengenai tumpuan pantai akan menimbulkan ombak yang tinggi.

Ketika terjadi abrasi ombak laut akan membentuk gumuk pasir, ketika ombak kembali ke laut akan membawa pasir ke dalam laut dari pasir di gumuk pasir yang berada di kawasan pantai yang sifatnya landai seperti Parangtritis.

"Abrasi sekarang terlihat besar disebabkan berkurangnya jumlah pasokan pasir dari Gunung Merapi yang seharusnya mengalir ke Pantai Selatan. Itu tadi karena pasir di tambang di muara sungai, jadinya enggak seimbang," jelas dia.