Haryadi Ingatkan Kader Harus Siap Dipecat Jika Melanggar Hukum

Ketua DPP Golkar DIY Haryadi Suyuti (tengah) saat memberikan keterangan pers terkait HUT ke-54 Golkar, Sabtu (20/10/2018). - Harian Jogja/ Sunartono
20 Oktober 2018 20:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - DPD Golkar DIY menyatakan komitmennya untuk menjadi partai yang bersih di hari ulang tahun (HUT) ke-54. Para pentolan partai berlambang beringin ini mengingatkan kadernya agar siap dipecat dari Golkar jika suatu saat berurusan dengan hukum.

Ketua DPD Golkar DIY Haryadi Suyuti menegaskan, Golkar Bersih menjadi salah satu tagline partainya untuk menjalankan fungsi kaderisasi, pendidikan dan kelembagaan politik. Pada 20 Oktober 2018 ini partainya berusia 54 tahun, Haryadi sepakat di usia makin tua Golkar harus semakin matang dan dekat dengan rakyat.

Semangat Golkar Bersih itu harus diwujudkan di usia 54 tahun tersebut. Sehingga, kata dia, tidak diperbolehkan anggota kadernya bersembunyi di partai untuk melakukan tindakan yang tidak dibenarkan secara hukum. Sehingga tindakan tegas akan diberikan kepada anggota jika melakukan pelanggaran hukum.

"Sanksi apabila kader partai yang melakukan pelanggaran hukum itu tentunya dikeluarkan dari keanggotaan [dipecat]. Ini berlaku dari DPP, DPD I, DPD II, PK [pengurus kecamatan] dan PD [pengurus desa]," ucapnya dalam konferensi pers HUT ke-54 di Kantor DPD Golkar DIY, Sabtu (20/10/2018).

Pengelolaan partai saat ini sudah berbasis teknologi informasi. Salah satunya kartu anggota yang memuat barcode di dalamnya berisi beragam identitas dan latar belakang anggota. "Semua identitas anggota bisa dilihat melalui barcode kartu anggota," ujar pria yang juga Walikota Jogja ini.

Wakil Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPD Golkar DIY Agus Mulyono mengatakan, untuk melahirkan kader yang bersih pihaknya mengajak mereka menjadikan inspirasi tokoh terdahulu. Oleh karena itu dalam peringatan HUT ke-54 ini, sebanyak 400 kader Golkar di DIY melakukan ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara pada Sabtu (20/10/2018) sore.

Kader yang terlibat dari DPD DIY, DPD Kabupaten/Kota, serta seluruh organisasi sayap lainnya. Selain TMP, ziarah juga dilakukan pada sejumlah tokoh golkar yang telah meninggal dunia.

"Kami ingin mengajak kader untuk meneladani tokoh Golkar terdahulu, serta meneladani para pahlawan. Katakanlah di TMP, ada Jenderal Sudirman, bagaimana kami dan kader bisa meniru dan meneruskan semangat beliau yang rela berkorban untuk negara," katanya.