Hapus Stigma Negatif, Napi Rutan Wates Diajak Bedah Rumah

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo (kaos hijau bertopi) tengah berfoto bersama warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Wates dalam kegiatan bedah rumah di Dusun Punukan, Kelurahan Wates, Kecamatan Wates, Sabtu (20/10/2018) pagi. - Harian Jogja/ Jalu Rahman Dewantara
20 Oktober 2018 21:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Ada yang berbeda dalam kegiatan bedah rumah yang menyasar salah satu rumah warga di Dusun Punukan, Kelurahan Wates, Kecamatan Wates, Sabtu (20/10/2018) pagi.

Sebab sebanyak empat warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Wates diajak berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Kepala Rutan Kelas IIB Wates, Deny Fajariyanto mengungkapkan keikutsertaan warga binaan rutan dalam kegiatan ini bertujuan untuk menghilangkan stigma negatif masyarakat terhadap para narapidana (napi).

Deny menjelaskan kegiatan ini merupakan kali kedua yang digagas pihaknya dan bekerjasama dengan Pemkab Kulonprogo melalui program bedah rumah. Selain memberikan bantuan materi, Rutan Klas IIB Wates juga memberikan dua buah kusen pintu karya warga binaan.

"Ini memang program kami yang nengajak para warga binaan yang dinamai Pasukan Merah Putih untuk terjun langsung membantu masyarakat. Ini juga sebagai upaya untuk menepis stigma negatif di masyarakat," ucap Deny di sela kegiatan, Sabtu.

Dijelaskan Deny, warga binaan yang terlibat dalam kegiatan ini sebelumnya harus memenuhi sejumlah persyaratan yang ditentukan oleh perundang-undangan yang berlaku. Di antaranya, mereka bukan merupakan pelaku tindak pidana penipuan dan penggelapan, narkoba dan korupsi.

"Warga binaan juga bukan merupakan seorang residivis. Selain itu harus telah menjalani setengah masa tahanan," bebernya.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan partisipasi warga binaan dalam kegiatan bedah rumah merupakan sebuah inovasi yang mampu memberikan efek positif di masyarakat.

Menurutnya dengan langkah ini warga binaan tidak hanya sekedar dibekali keterampilan selama menjalani masa tahanan, tapi juga bisa memudahkan mereka untuk berbaur dengan masyarakat setelah bebas.