Peksiminas XIV Resmi Ditutup, DIY Juara Umum

Penutupan Peksiminas, XIV di Universitas Sanata Dharma, Sabtu (20/10/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
21 Oktober 2018 05:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pekan seni mahasiswa nasional (Peksiminas) 2018 atau yang ke XIV resmi ditutup, di Universitas Sanata Dharma, Sabtu (20/10/2018). Tuan rumah DIY berhasil menjadi juara umum ajang lomba dua tahunan itu, dengan membawa 16 piala.

Adapun beberapa tangkai lomba yang dijuarai DIY pada juara 1 yaitu baca puisi putra, penulisan puisi, desain poster dan beberapa tangkai lomba lainnya DIY berhasil memperoleh piala.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Intan Ahmad mengungkapkan gelaran seni ini berjalan dengan baik dan membuat efek yang baik pula.

“Manfaat sangat luar biasa bagi mahasiswa, berinteraksi satu sama lainnya dan akan bertahan lama interaksi itu. Kami memandang baik sekali itu, kebersamaan yang luar biasa,” ujarnya dalam sambutan penutupan, Peksiminas, XIV di Universitas Sanata Dharma, Sabtu (20/10/2018).

Menurutnya dalam kehidupan ini tidak bisa terlepaskan dari seni. Seni menurutnya membuat lebih berwarna. Pada era revolusi 4.0 yang dirasa akan serba canggih tersebut, sentuhan seni, interaksi diperlukan agar dapat menjadi manusia lebih baik.

“Inovasi, science, dan teknologi tidak akan cukup untuk menghadapi kompleksitas abad 21 ini jika tidak diimbangi kemampuan manusia berinteraksi,” katanya.

Sementara itu Rektor ISI Yogyakarta, Agus Burhan mengatakan acara Peksiminas yang berlangsung lima hari ini telah menjadi media berkompetisi secara sehat di bidang seni maupun soft skill yang telah terbina.

“Kegiatan ini sebagai media penguatan kompetensi penunjang selain kompetensi pokok. Terbangun sarjana yang baik dan manusia seutuhnya,” kata Agus.

Menurutnya dengan perlombaan ini yang melibatkan mahasiswa dari berbagai provinsi ini menjunjung semangat kebersamaan dan bhineka tunggal ika. Ia pun mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta dan memohon maaf jika masih ada kekurangan.

Ditambahkan ketua pelaksana, Anusapati bahwa kesuksesan gelaran acara ini merupakan gotong royong kerja kolektif dari berbagai Perguruan Tinggi. “Tanpa dilandasi gotong royong tidak dapat terwujud,” ujarnya.

Untuk kandidat tempat Peksiminas tahun berikutnya sendiri ada dua yaitu di Papua Barat atau di Jawa Timur.