Hore, Mahasiswa Korban Bencana Palu di Jogja Terima Dana Jaminan Hidup

Direktur PT Berlico Farma Irwan Hidayat secara simbolis menyerahkan bantuan kepada mahasiswa disaksikan Dubes Filipina Leehiong T Wee dan permaisuri Sultan HB X, GKR Hemas di Bangsal Wijatapraja Kepatihan, Jogja, Senin (22/10/2018) malam. - Ist/PT Berlico Farma
23 Oktober 2018 17:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Puluhan mahasiswa Jogja asal Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah menerima bantuan jaminan hidup (Jadup) dari PT Berlico Mulia Farma. Bantuan tersebut diberikan agar mahasiswa korban bencana tidak kebingungan memikirkan biaya hidup saat kuliah di Jogja.

"Bantuan ini sangat berarti bagi mahasiswa yang keluarganya menjadi korban bencana gempa bumi, tsunami, di Palu dan Donggala. Ada keluarganya yang meninggal, ada yang rumahnya hancur, kegiatan ekonominya lumpuh," kata Sulaiman, Koordinator Advokasi Informasi dan Media Posko mahasiswa asal Sulteng usai menerima bantuan di Bangsal Wijatapraja Kepatihan, Senin (22/10/2018) malam.

Bantuan biaya hidup total dari PT Berlico Farma yang diterima senilai Rp150 juta untuk 50 orang mahasiswa. Masing-masing mahasiswa mendapatkan jadup @Rp3 juta. Tidak hanya itu, Direktur PT Berlico Farma Irwan Hidayat juga memberikan bantuan khusus untuk operasional Posko Bencana Mahasiswa Sulteng di Jogja sebesar Rp50 juta.

Pemberian bantuan tersebut juga mengetuk hati Dubes Filipina untuk Indonesia, Leehiong T Wee Lee pun memberikan bantuan dana sebesar US$2.000 setara Rp30 juta untuk membantu biaya hidup 10 mahasiswa korban bencana. Total bantuan yang disalurkan sebesar Rp230 juta.

Ketua Posko Peduli Sulteng di Jogja, Hendrawan mengatakan jumlah mahasiswa Palu yang ada di DIY ada sekitar 2.000 orang. Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 730 orang keluarga mahasiswa terdampak langsung bencana gempa dan tsunami di Palu.

"Sejak bencana melanda Palu dan Donggala, nasib para mahasiswa yang studi di Jogja ikut terkena dampak. Ada yang menunggak bayar kost dan juga kesulitan biaya hidup. Hampir tidak mungkin mengharapkan kiriman dari keluarga di Palu,” katanya.

Direktur PT Berlico Farma Irwan Hidayat mengatakan mahasiswa asal Palu dan Donggala yang sedang kuliah di luar daerah juga perlu mendapat perhatian. Ini penting untuk menguatkan semangat dan tekad mereka menyelesaikan studinya.

"Mereka harus kuat, jangan putus kuliah walaupun keluarga mereka menjadi korban bencana," katanya.

Dia juga meminta agar semua pihak terutama perusahaan lainnya ikut memikirkan nasib mahasiswa yang sedang belajar di luar Sulawesi Tenggara. Tidak hanya di Jogja, tetapi juga di daerah lainnya. Setidaknya bisa memberikan biaya hidup dan membantu untuk menyelesaikan studinya.

"Ide kami membantu mahasiswa korban bencana di Palu muncul setelah saya bertemu dengan mahasiswa yang kesulitan biaya hidup karena keluarganya jadi korban bencana," katanya.

GKR Hemas yang ikut menyaksikan penyerahan bantuan mengapresiasi kepedulian Berlico Farma terhadap nasib para mahasiswa asal Palu dan Donggala yang ada di Jogja. Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar menguatkan para korban bencana secara finansial, tapi juga akan memberikan semangat kepada mereka.

“Hal yang penting, bantuan ini diharapkan bisa menumbuhkan semangat dan kepercayaan korban bencana, bahwa mereka tidak sendirian. Di sini masih banyak saudara mereka yang ikut peduli dan ikut meringankan beban mereka,” kata Hemas.