Setahun Berlalu, Dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badai Cempaka Baru Akan Cair

Ilustrasi banjir. - Bisnis Indonesia/Paulus Tandi Bone
05 November 2018 23:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL --Hampir satu tahun pasca badai cempaka yang melanda Gunungkidul akhirnya dana rehabilitasi dan rekonstruksi akan segera turun pada akhir November nanti. Besaran yang akan diterima oleh Gunungkidul sendiri sebesar Rp75.248 miliar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki membenarkan adanya informasi akan turunnya dana tersebut. Meski begitu sampai saat ini dana tersebut belum bisa dicairkan.

“Surat memang sudah turun, perlu proses. Belum [dana belum cair], nanti penandatanganan hibah dulu baru cair paling lambat 30 hari,” ujar Edy, Senin (05/11/2018).

Ia menambahkan, Gunungkidul mendapatkan kucuran dana paling banyak diantara kabupaten lainnya di DIY. Hal tersebut dikarenakan Gunungkidul paling terdampak pada saat bencana tersebut.

Alokasi dana sendiri pihaknya belum bisa mengetahui secara persis. Pihaknya saat ini masih menunggu arahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk rencama pembangunan dampak bencana alam tahun lalu tersebut.

Meski belum ada kepastian alokasi dana tersebut, namun secara garis besar dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan jembatan serta pembangunan rumah.

Menurut data yang masuk, ada sekitar 100 unit rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam banjir atau badai cempaka tahun lalu tersebut.

“Ada juga tujuh jembatan baik berukuran kecil maupun besar hancur. Dana itu juga untuk perbaikan dan pembangunan bangunan yang terdampak tersebut,” katanya.

Meski begitu Edy belum dapat pula memastikan kapan waktu pengerjaan. Secara aturan sendiri, pembangunan harus dilakukan maksimal satu tahun setelah dana cair. “Harapannya tentu segera dapat dilakukan pembangunan,” ujarnya.

Ketua DPRD Gunungkidul, Demas Kursiswanto mengharapkan agar realisasi dana Badai Cempaka itu dapat tepat sasaran. Pihak dewan dikatakannya akan mengawal dana tersebut.

“Kaitannya realisasi dana akibat badai cempaka, dapat tersalurkan sesuai korban yang terkena, sesuai data yang sudah ada. Jangan sampai, karena sudah selang waktu lama menjadi salah sasaran,” kata Demas.