Ini Dia Tren Wisata yang Digemari Turis Asing

Ilustrasi pergelaran seni untuk mengundang wisatawan. - Harian Jogja
08 November 2018 21:20 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Tren wisatawan mancanegara tahun depan diprediksi lebih mengutamakan pada eksperimen atau pengalaman kehidupan di masyarakat (live in). Kota Jogja pun terus berbenah menghadapi tren tersebut dengan memberikan pengalaman wisata budaya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Yunianto Dwi Sutono mengatakan keberadaan kawasan cagar budaya di Jogja diyakini akan meningkatkan minat kunjungan wisatawan. Apalagi, kawasan cagar budaya yang ada di Jogja terus ditata dan dibenahi. Termasuk kawasan Malioboro, Kotabaru dan Kotagede. "Penataan di kawasan cagar budaya ini akan semakin menguatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Jogja,” katanya, Kamis (8/11).

Selain itu, lanjut dia, keberadaan kampung wisata juga akan jadi daya tarik wisatawan karena menawarkan pengalaman langsung tentang seluk beluk budaya di kampung. "Kami juga menguatkan unsur ekonomi kreatif di kampung-kampung wisata. Ini dilakukan agar wisatawan tidak hanya menikmati pengalaman merasakan kehidupan warga, tetapi mereka juga bisa berbelanja aneka produk yang ditawarkan,” katanya.

Dispar, kata dia, sampai saat ini juga terus memproses akreditasi kampung wisata setidaknya delapan kampung wisata tahun ini. Dia berharap nantinya 17 kampung wisata di Jogja bisa berakreditasi. Hal ini dilakukan agar minat kunjungan wisman ke Jogja terus meningkat.

"Tahun ini kami menargetkan jumlah kunjungan wisman 400.000 orang. Untuk target 2019, akan ditetapkan berdasarkan pencapaian target tahun ini. Tentunya, akan lebih banyak lagi,” katanya.

Terpisah, Ketua Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY Udhi Sudiyanto mengatakan wisatawan mancanegara semakin menyukai wisata yang bisa memberikan mereka pengalaman baru dengan mengetahui dan terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Seperti pengalaman menanam padi, memetik teh atau kopi dan kemudian memprosesnya menjadi minuman yang bisa dinikmati. "Jenis wisata seperti itu sekarang sedang menjadi tren di kalangan wisatawan mancanegara sehingga perlu terus dikembangkan. Semua pihak harus menyiapkan ini," katanya.

Wisata budaya yang mengutamakan pengalaman tersebut perlu terus diolah dan disempurnakan sehingga jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke DIY akan semakin meningkat. Apalagi, Indonesia versi Lonely Planet menjadi salah satu dari 10 negara yang direkomendasikan untuk dikunjungi pada 2019. "Ini adalah anugerah sekaligus tantangan,” katanya.

Sejumlah objek wisata budaya yang sudah dikenal di antaranya Candi Prambanan dan Keraton Ngayogyakarta juga tetap menjadi tujuan yang tidak akan dilewatkan oleh wisatawan mancanegara. “Hanya, di objek-objek wisata yang menjadi ‘higtlight’ tersebut juga tetap perlu terus dibenahi. Misalnya fasilitas toilet yang sesuai dengan standar internasional. Ini adalah tantangan yang harus bisa dijawab dengan baik,” katanya.