Budaya Membaca Mampu Meningkatkan Kreativitas dan Ide

Acara Roadshow Minat Baca Pembudayaan Kegemaran Membaca yang digelar di Balai Desa Sidomulyo, Kecamatan Godean, Kamis (8/11/2018). - Harian Jogja/fahmi Ahmad Burhan
08 November 2018 20:15 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY menggelar Roadshow Minat Baca Pembudayaan Kegemaran Membaca di Balai Desa Sidomulyo, Kecamatan Godean, Kamis (8/11/2018). Acara tersebut sebagai upaya untuk menggerakan budaya literasi di masyarakat.

Kepala BPAD DIY, Monika Nur Lastiyani, mengatakan roadshow digelar sebagai bentuk ajakan membaca pada masyarakat. "Ayo membaca, kami bahas bagaimana implementasi membaca yang baik. Apakah dengan membaca bisa meningkatkan kemampuan, ini yang kami ulas bersama," katanya, Kamis (8/11).

Menurut Monika saat ini jajarannya gencar melakukan gerakan literasi di masyarakat. Menurut Monika, gerakan literasi saat ini sudah menjadi gerakan nasional. Namun dalam berliterasi tidak hanya ajakan dalam membaca saja, tetapi sebagai upaya membaca yang baik dan memberikan ilmu pada pembacanya. Monika mengapresiasi tingginya antusiasme warga dalam mengikuti roadshow. "Ini menunjukkan minat baca masyarakat di DIY masih tinggi," kata Monika.

Camat Godean, Anggoro Aji Sunaryono, berharap acara roadshow bisa bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, roadshow minat baca tersebut merupakan momen yang strategis dalam mendorong minat baca masyarakat. "Dengan membaca bisa meningkatkan kreativitas dan ide. Dengan membaca jadi tahu ada informasi baru, membuat berkembangnya sisi kreatif otak. Pengetahuan yang didapat akan membangun rasa percaya diri, dan harapannya bisa meningkatkan bakat," kata Anggoro, Kamis.

Di era sosial media seperti saat ini, menurut Anggoro, ada tantangan tersendiri dalam meningkatkan minat baca masyarakat. Anggoro mengatakan, kini membaca tidak hanya di media cetak saja, karena informasi bisa didapati di dunia maya.

Ketua Komisi D DPRD DIY, Kuswanto, yang hadir sebagai pembicara menyatakan perkembangan teknologi digital harus disikapi dan menjadikan penyesuaian dalam menanamkan minat baca di masyarakat. "Adik-adik yang masih duduk di bangku SD dan SMP saat ini sudah memiliki ponsel Android. Dengan adanya teknologi, menurut saya bisa menjadi penjajahan moral kalau tidak hati-hati," ujar Kuswanto.