Parpol di Gunungkidul Bacakan Deklarasi Damai Pemilu 2019

Perwakilan peserta Pemilu 2019 membacakan deklarasi damai di bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Jumat (9/11/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
09 November 2018 17:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu 2019 di Gunungkidul deklarasikan Pemilu damai, di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Jumat (9/11/2018). Deklarasi ini sebagai wujud komitmen Parpol menjaga kondusifitas di Gunungkidul.

Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan deklarasi ini merupakan komitmen peserta pemilu beserta komponen pendukung untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, etika dan norma, serta aturan dalam kontestasi Pemilu 2019 mendatang.

Ia mengingatkan kepada semuanya bahwa berdasarkan Pilkades maupun Pilkada dapat terselenggara sukses dan lancar serta kondusif beberapa waktu lalu.

“Saya meyakini masyarakat Gunungkidul sudah memilki kedewasaan memahami politik dan demokrasi. Oleh karena itu kami mendukung peserta Pemilu yang berkomitmen untuk mengikuti semua tahapan Pemilu dengan damai dan kondusif,” kata Badingah, Jumat (9/11/2018).

Perwakilan peserta Pemilu 2019 membacakan deklarasi damai di bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Jumat (9/11/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo

Badingah berharap deklarasi yang telah dibacakan benar-benar dipahami serta dipegang teguh dalam semua tahapan Pemilu. Momentum Pemilu diharapkan pula memberi pelajaran politik dan demokrasi yang baik. Dengan Pemilu yang berkualitas pula diharapkan dapat memilih pemimpin yang baik, berkualitas dan mampu mengemban amanat masyarakat.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan dalam penyelenggaraan Pemilu memang selalu ada dinamika yang akan dihadapi bersama. Oleh karenanya perlu sinergitas dan ketaatan pada aturan yang ada, untuk menjadikan Pemilu yang berkualitas.

Dikatakannya tahapan kampanye yang sudah berjalan, dapat terlaksana dengan baik. Diharapkannya tahapan yang sedang berjalan dan belum berjalan, nantinya dapat berjalan dengan baik pula.

“Menurut Indeks Kerawanan Pemilu, DIY menempati urutan kedua nasional, dan Gunungkidul menempati urutan kedua di DIY setelah Sleman. Hal ini tentu perlu perhatian serius, agar dapat berjalan tertib aman dan dami, serta berintegritas tanpa hoax, politik SARA dan politik uang,” kata Hani.

Ia berharap deklarasi Pemilu tidak hanya pembacaan naskah demokrasi, namun menjadi komitmen bersama dan diamalkan. “Sehingga kedewasaan dan kearifan berdemokrasi di Gunungkidul dapat dirawat,” ujarnya.

Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady mengatakan sebagai bagian unsur keamanan telah berkomitmen memberikan jaminan keamanan pelaksanaan Pemilu 2019. Salah satunya yaitu dengan Operasi Mantab Brata Progo 2018.

Salah seorang perwakilan Parpol menandatangani deklarasi damai di bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Jumat (9/11/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo

Ia pun berharap adanya komitmen dan dukungan semua unusr peserta Pemilu maupun unsur masyarakat dan Pemkab, untuk menciptakan keamanan jalannya Pemilu 2019 ini.

“Dalam rangka menegakan aturan Pemilu 2019 ini kami jajaran Polres, Kejari, beserta dengan Bawaslu telah berkomitmen menegakan aturan, dalam hal pelaksanaan Pemilu 2019 ini. Kami telah membentuk Gakkumdu atau Penegakan hukum terpadu,” ujar Fuady.

Gakkumdu ini nantinya akan menangani segala tindak pidana yang berkaitan dengan Pemilu. Gakkumdu dinilai penting untuk menciptakan Pemilu yang aman tertib, dan lancar.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gunungkidul Wahyu Nugroho mengungkapkan Pemkab pada dasarnya ingin menciptakan suasana Pemilu yang damai. Deklarasi kemarin diharapkan dapat diimplementasikan para peserta pemilu.

“Parpol maupun peserta pemilu dapat menaati deklarasi yang sudah diucapkan. Menciptakan Pemilu 2019 yang damai, sama seperti pelaksanaan pilkades maupun pilkada di Gunungkidul sebelumnya yang damai tidak ada gesekan,” ungkapnya.