Money Politic Marak, Bawaslu Gencarkan Sosialisasi via Mobil Keliling

Seorang petugas dari Bawaslu Kulonprogo menempelkan stiker imbauan menaati aturan pemilu dalam kegiatan sosialisasi menggunakan mobil keliling di Pasar Wates, Kecamatan Wates, Minggu (11/11/2018). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
11 November 2018 14:15 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulonprogo menggencarkan sosialisasi pencegahan pelanggaran dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Salah satunya dengan sosialisasi menggunakan mobil keliling di Kecamatan Wates, Minggu (11/11/2018).

Bersama panitia pengawas pemilu (panwaslu) tingkat kecamatan dan desa, sejumlah titik keramaian disasar mobil tersebut, seperti di Pasar Wates dan Alun-Alun Wates. Selain itu tempat peribadatan juga menjadi lokasi tujuan mobil keliling. Sosialisasi ini rencananya akan menyasar seluruh desa dan kelurahan di 12 kecamatan di Kulonprogo dan akan berlangsung hingga awal Desember 2018. "Sosialisasi ini sebagai upaya optimalisasi pencegahan pelanggaran dalam pelaksanaan pemilu," ujar Ketua Bawaslu Kulonprogo, Ria Harlinawati, di sela-sela kegiatan sosialisasi, Minggu pagi.

Ria mengatakan upaya ini dilakukan lantaran sejauh ini masih banyak ditemui masyarakat Kulonprogo yang belum paham soal larangan aturan kampanye dan regulasi Pemilu 2019. Adapun larangan yang jamak dilanggar di antaranya politik uang dan ketidaknetralan ASN/PNS dalam pemilu, sehingga hal itu menjadi fokus materi dalam sosialisasi tersebut. "Ternyata masih banyak masyarakat yang belum paham soal aturan-aturan larangan dalam pemilu, khususnya di wilayah-wilayah pinggiran," ucap Ria.

Ria mengatakan selain memberi imbauan verbal kepada masyarakat soal apa saja larangan dalam pemilu, Bawaslu juga membagi-bagikan stiker berisikan sanksi bagi yang melanggar aturan tersebut. Tidak hanya itu untuk menarik perhatian masyarakat, Bawaslu juga membagi-bagikan cokelat.

Dijelaskan Ria, langkah membagikan stiker dan cokelat kepada masyarakat merupakan sebuah inovasi yang diharapkan mampu merangsang minat masyarakat agar mau datang dan ikut sosialisasi.

Salah satu warga Wates yang ikut sosialisasi, Gita, 23, mengaku menjadi lebih paham ihwal larangan-larangan dalam berkampanye. Dia berharap dengan adanya sosialisasi ini masyarakat bisa sadar sehingga dalam Pemilu 2019 pelanggaran dan kecurangan bisa hilang atau minimal berkurang.