Sidak Pembangunan Pasar, DPRD Gunungkidul : Pemborong Jangan Abaikan Kualitas

Puluhan pekerja dikerahkan untuk menyelesaikan pembangunan Pasar Legundi di Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Selasa (13/11/2018). - Harian Jogja/David Kurniawan
14 November 2018 06:50 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Komisi C DPRD Gunungkidul melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap progress pembangunan Pasar Legundi di Desa Girimulyo, Panggang, Selasa (13/11/2018). Rekanan yang memenangkan tender pembangunan diminta tidak hanya memperhatikan kuantitas, namun kualitas dari bangunan harus benar-benar diperhatikan.

Anggota Komisi C DPRD Gunungkidul Anton Supriyadi mengatakan, dari hasil sidak pembangunan ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan oleh rekanan.

Pertama menyangkut progres pembangunan, dari sisi perkembangan sudah mencapai 50% dan diklaim telah sesuai dengan perencanaan. Kendati demikian, sambung Anton, ada yang perlu menjadi catatan terkait dengan jadwal.

Seharusnya memasuki November proses harus sudah di atas 60%, tapi di dalam perencanaan perkembangan hanya sekitar 48%. “Ini kan aneh dan kalau tidak dikerjakan dengan benar maka bisa tidak selesai,” katanya kepada wartawan di sela-sela sidak, Selasa (13/11/2018).

Menurut dia, catatan kedua menyangkut kualitas pengerjaan. Ia menilai pemasangan keramik untuk lapak pedagang belum sepenuhnya baik karena ada titik yang dikerjakan tidak dengan rapi. Hal ini belum termasuk yang lain karena masing banyak item yang belum terpasang. “Jangan sampai hanya mengejar jadi sehingga kualitas dikesampingkan. Jadi saya minta kepada konsultas pengawas untuk benar-benar mengawasi. Apabila ada yang kurang pas agar ditegur sehingga kualitas pengerjaan benar-benar baik,” ungkap politikus Nasdem ini.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul Purwanto. Menurut dia, bangunan fisik pasar sudah dalam progres yang baik. Hanya saja, ia meminta kepada rekanan untuk memperhatikan kualitas karena saat proses akhir akan menentukan hasil seluruh pembangunan.

“Intiya harus benar-benar diperhatikan kualitas pembanguann dan jangan hanya mengejar proyek selesai. Ini juga berlaku kepada rekanan lain yang mengerjakan program dari pemerintah,” katanya.

Menurut dia, dalam pembangunan masih ada hal yang kurang diperhatikan. Sebagai contoh, letak pasar bangunan yang di atas bukit, tapi dari sisi kontruksi tidak dilengkapi dengan instalasi penangkal petir. Selain itu, daya listrik untuk menunjang operasional pasar juga masih kurang.

“Hal-hal seperti ini harus diperhatikan karena tidak hanya memperhatikan bangunan pasar yang megah, tapi juga harus didukung fasilitas lain sehingga keberadaannya bisa aman dan nyaman,” kata politikus Gerindra ini.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul Suryanto tidak menampik proses pembangunan pasar sedikit mengalami keterlambatan. Meski demikian, pada prosesnya rekanan telah menambah tenaga kerja untuk menyelesaikan pembangunan yang bersumber dari tugas pembantuan dari Pemerintah Pusat. “Yang mengerjakan ada 170 orang. Kami berharap proses dapat menunjukan perkembangan positif sehingga program dapat selesai tepat waktu,” katanya.