Mahasiswa Banyak yang Tak Taat Administrasi

Suasana saat Coaching Clinic Proposal PKM di Universitas Janabadra, Jumat (16/11/2018). - Harian Jogja/Desi Suryanto
18 November 2018 21:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali membuka pendaftaran Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2018. Para mahasiswa diminta membaca dan mencermati buku panduan agar proposal PKM yang diajukan sesuai perintah yang ditetapkan.

Reviewer PKM Kemenristekdikti Bambang Dwi Argo mengatakan dari pengalaman PKM tahun sebelumnya, banyak mahasiswa yang tidak lolos karena proposalnya tidak memenuhi kaidah-kaidah yang sudah dituangkan dalam buku panduan. "Proposal harus sesuai buku panduan karena banyak mahasiswa yang tidak membacanya. Misal nama yang disingkat ya tidak akan diperiksa. Kalau ada kesalahan satu saja di halaman depan, jelas tidak akan dibuka," katanya saat memberikan Coaching Clinic di Universitas Janabadra, Jogja, Jumat (16/11/2018).

Selain itu judul juga tidak boleh lebih dari 12 kata. Judul itu, kata dia, harus sinkron dengan latar belakang, tujuan penelitian, rumusan masalah, hingga bagian penutup.

"Pendahuluan juga harus to the point. Jika memilih PKM pengabdian, penulis juga harus mengetahui latar belakang dari mitranya dan mampu menjelaskan tujuan program pengabdian yang akan dilakukan," ujar dia.

Dia menjelaskan PKM Kemenristekdikti memiliki lima pilihan yaitu penelitian, kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, penerapan teknologi, dan karya cipta.

Berkaca dari tahun lalu, dari 64.000 proposal yang masuk, sebanyak 67% dinyatakan tidak lolos. Bambang mengatakan kondisi ini membuktikan bahwa mahasiswa belum taat administrasi.

Dari sekian banyak proposal yang masuk, tingkat kelolosan UGM paling tinggi yaitu mencapai 87%.

Menurut dia hal ini penting menjadi perhatian mahasiswa untuk lebih mencermati aturan yang ada pada buku panduan. Mahasiswa diharapkan jangan sampai melewatkan kesempatan ini karena PKM memberikan manfaat besar bagi mahasiswa yang berhasil lolos.

Saat ini, Kemenristekdikti meningkatkan kuota per perguruan tinggi dari 10 menjadi 50 proposal. Bagi mahasiswa yang lolos, PKM bisa menggantikan tugas akhir meski prosesnya berat karena banyak hal yang dinilai dan diuji oleh pihak-pihak luar kampus.

Pada 2017 lalu dari 20.000an proposal yang lolos, hanya 3.000 proposal yang didanai pemerintah. Artinya, kata Bambang, program ini sangat kompetitif dan dibutuhkan keseriusan.

Sementara itu Kepala Humas dan Kerja Sama Universitas Janabadra, Ishviati J. Kunti mengatakan meningkatnya kuota proposal merupakan peluang bagi kampus untuk mengirimkan proposal lebih banyak. "Semoga lebih menggairahkan minat mahasiswa mengikuti PKM," katanya.

Adapun coaching clinic tersebut digelar agar PKM di Janabadra semakin berkembang, mahasiswa mampu membuat proposal yang komprehensif, sehingga menghasilkan proposal yang layak diterima dan didanai pemerintah.

Kunti mengatakan untuk program pengabdian kepada masyarakat, pemerintah memberikan dana sampai Rp12 juta.