Tak Hanya Nguri-Uri Budaya, Pergelaran Seni Tradisi Juga Mampu Sedot Turis

Kirab budaya dalam rangka nguri-uri seni dan budaya di Dusun Ponggok 1, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Minggu (18/11/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
18 November 2018 17:20 WIB Herlambang Jati Kusumo Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Tak hanya nguri-uri kabudayan (melestarikan kebudayaan), kegiatan seni dan budaya yang digelar secara rutin juga bisa berpotensi jadi daya tarik wisatawan. Salah satunya adalah seperti yang digelar di Dusun Ponggok 1, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Bantul, Minggu (18/11).

Kepala Seksi (Kasi) Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Wardoyo mengungkapkan kegiatan masyarakat, tradisi dan budaya yang telah rutin jika tetap dikembangkan dapat menjadi daya tarik wisata.

“Pengembangan pariwisata tidak terlepas dari seni dan budaya. Dengan tetap nguri-uri seni budaya itu, dan didesain dengan menarik, bisa menjadi tontonan masyarakat luas,” kata Wardoyo, Minggu kemarin.

Untuk bisa berdampak pada peningkatan daya tarik wisatawan, kata Wardoyo diperlukan kreativitas untuk membuat seni dan budaya tersebut menarik para turis. Meski begitu, bukan berarti lantas pergelaran seni dan budaya yang ditampil meninggalkan norma serta pakem dari seni budaya itu sendiri.

“Perlu peran orang tua dan anak muda untuk kelestarian seni budaya semacam ini. Orangtua sangat penting mengajarkan agar seni atau budaya tidak belok dari sejarah dan nilai historisnya tidak melenceng. Anak muda penting untung melestarikannya,” kata Wardoyo.

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Jetis, Budi Santosa mengatakan bahwa turut mengapresiasi kegiatan ini. Diharapkan kegiatan semacam ini rutin. “Jangan sampai hilang di generasi-generasi selanjutnya. Harapan kedepan bisa lebih ramai lag. Dapat menarik wisatawan, pengembangan wisata budaya atau kemasyarakatan. Kegiatan semacam ini juga menumbuhkan rasa kebersamaan,” ucap Budi.

Ketua panitia Nguri-Uri Seni dan Budaya Dusun Ponggok 1, Feri yulianto menyambut baik dengan adanya kegiatan yang didukung Dispar DIY tersebut. Menurut dia dengan kegiatan semacam ini dapat melestarikan seni dan budaya utamanya digenerasi muda.

“Sangat baik kegiatan semacam ini untuk melestarikan seni dan budaya yang ada di DIY pastinya. Anak-anak muda jadi kenal budaya asli,” katanya.

Dia mengatakan kegiatan seni budaya yang diikuti RT 1, RT 2 dan RT 3 Dusun Ponggok 1 dan diisi dengan pergelaran wayang cakruk, kirab budaya, dan jathilan disambut antusiasme masyarakat yang tinggi. Ke depan dia berharap kegiatan semacam ini terus terselenggara.