Santri Ponpes Berlatih Taekwondo

Santri Ponpes Penghafal Alquran Raudhatul Jannah berlatih perdana taekwondo, Minggu (18/11/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
20 November 2018 23:20 WIB Herlambang Jati Kusumo Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pondok Pesantren (Ponpes) Penghafal Alquran Raudhatul Jannah, di Dusun Bondowaluh RT 4, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, menggelar latihan perdana taekwondo, Minggu (18/11/2018).

Pendiri Ponpes Penghafal Alquran Raudhatul Jannah, Sidiq Pramana Widagda mengatakan kegiatan tambahan ponpes itu untuk menguatkan sisi jasmani, atau menyeimbangkan antara jasmani dan rohani. Menurut dia di ponpes tersebut memang utamanya pada tempat untuk dakwah, utamanya mendidik anak kecil, namun tidak terlepas pula pada orangtua yang ingin belajar Alquran.

Meski begitu ponpes itu diakui dia tidak hanya tertutup pada belajar agama saja. Namun banyak hal dapat dipelajari. “Harapan saya di pondok tidak hanya belajar Alquran, belajar ilmu di luar Alquran juga wajib. Ada yang bilang kalau orang pondok enggak usah sekolah, bukan seperti itu juga,” kata Sidiq.

Salah satu hal yang dapat dipelajari anak-anak nantinya adalah terkait dengan pariwisata. Pasalnya secara geografis Ponpes Penghafal Alquran Raudhatul Jannah, berada di sekitar kawasan pantai.

Ditambahkan pengurus Raudhatul Jannah, Eko Budi Santosa, kegiatan ekstra ini diharapkan meningkatkan minat untuk datang atau belajar ke pondok. “Sangat dibutuhkan, menambah ketrampilan, kesehatan dan bela diri. Sangat dibutuhkan mendatang,” katanya.

Pelatih taekwondo, Muchtarom Gary mengharapkan olahraga ini benar-benar ditekuni oleh para santri, dan akan diurus secara formal atau didaftarkan secara resmi. Anak-anak berlatih hingga nantinya mendapatkan sertifikat. “Saat ini banyak perusahaan yang menginginkan calon pegawainya memiliki sertifikat bela diri, karena mereka yang mengikuti olahraga beladiri mempunyai jiwa leadership, manajeman waktu sudah biasa. Kedepan anak juga siap menghadapi tantangan hidup,” katanya.

Pendamping Ponpes Penghafal Alquran Raudhatul Jannah, Tantiarini Hidayati, mengatakan bahwa dengan adanya pesantren ini pula kedepan diharapkan muncul destinasi wisata halal, karena banyak potensi yang ada. “Ke depan harapannya dapat menjadi wisata halal, atau religi, wisata edukasi juga. Serta untuk rekreasi dan pengembangan kuliner di kawasan wisata pantai,” katanya.