Sleman Masih Kekurangan Personel Linmas untuk Pengamanan Pemilu

Linmas Sleman bersama KPU Sleman menggelar rapat koordinasi tentang persiapan pengamanan Pemilu 2019 di Aula Kantor Bappeda Sleman, Rabu (21/11/2018). - Harian Jogja/fahmi Ahmad burhan
21 November 2018 14:15 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Kebutuhan petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) untuk pengamanan Pemilu 2019 di Sleman masih kurang. Untuk mencukupi kebutuhan, masing-masing desa dituntut untuk menambah personel baru.

Kepala Bidang Linmas Satpol PP Sleman, Fatoni Budi Prabowo, mengatakan saat ini jumlah Linmas yang ada di Sleman belum bisa memenuhi kebutuhan pada Pemilu 2019. Total kebutuhan Linmas di Sleman berdasarkan hitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman yaitu 8.385 personel. "Saat ini dengan asumsi ketersediaan seragam ada 6.300 anggota Linmas dan merata di setiap desa. Artinya kami masih kekurangan 2.085 personel untuk pengamanan pemilu," katanya, Rabu (21/11/2018).

Ia mengungkapkan kekurangan itu bisa ditambal dengan perekrutan anggota baru oleh masing-masing desa. Selain itu apabila tidak mendapat penambahan personel, Satpol PP bakal berkoordinasi dengan KPU Sleman untuk memakaikan id card bagi petugas Linmas.

Menurut Fatobni, Linmas bakal bertugas mengamankan pelaksanaan pemilu di tempat pemungutan suara (TPS) dan tempat sentral lainnya. Selain itu, Linmas juga bertugas mengawal logistik sampai ke TPS. Berdasarkan UU No.7/2017 tentang Pemilihan Umum di masing-masing TPS jumlah Linmas yang bertugas mengamankan jalannya pemilu sebanyak dua orang. Selain dari Linmas, ada juga pengamanan dari Polri dan TNI. Berdasarkan kebutuhan, personel Linmas yang bertugas melaksanakan pengamanan di TPS berjumlah 6.892 orang, di balai desa berjumlah 1.032 orang personel, di kecamtan 527 orang, dan di Kantor KPU sebanyak 44 orang personel.

"Harapannya tiap desa bisa menambah personel karena berdasarkan kebutuhan pemilu, jumlah Linmas masih kurang. Kalau jumlah seragam masih kurang, personel Linmas bisa menggunakan id card atau bentuk lain," ujar Fatoni.

Menurut Fatoni yang mempunyai kewenangan pengangkatan Linmas yaitu kepala desa. Mengenai mekanisme penugasan Linmas di TPS didasarkan pada surat keputusan dari Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi, mengatakan peran Linmas dalam mengamankan Pemilu 2019 sangat penting. "Linmas beserta petugas keamanan lainnya kami harapkan bisa bersinergi. Peran Linmas menjadi krusial dalam penyelenggaraan pemilu," ujar Trapsi. Saat ini berdasarkan rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) II, jumlah pemilih di Sleman mencapai 773.875 orang, sedangkan jumlah TPS yang siap menjadi tempat pemilihan sebanyak 3.391 TPS.