Mencerdaskan Warga Sleman Lewat Perpustakaan

Kepala BPAD DIY Monika Nur Lastiani (berdiri) berinteraksi dengan tamu undangan yang hadir dalam Roadshow Minat Baca di ruang pertemuan Balai Desa Ambarketawang, Gamping, Sleman pada Rabu (21/11/2018). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
21 November 2018 20:20 WIB Rahmat Jiwandono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Tak bisa dipungkiri, minat baca masyarakat di perdesaan sejauh ini memang masih rendah. Oleh karena itulah melalui sinergitas pemerintah, budaya membaca harus terus digalakkan.

Anggota Komisi D DPRD DIY Nandar Winoro mengatakan pihaknya dan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa-desa melalui membaca. Dia pun tak menampik, masyarakat desa memang belum sepenuhnya punya kebiasaan membaca buku.

"Tingkat mobilisasi warga Sleman memang terbilang tinggi. Namun itulah tantangan kami untuk tetap fokus pada warga pedesaan agar mau baca buku," kata dia saat acara Roadshow Minat Baca di ruang pertemuan Balai Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Sleman, Rabu (21/11/2018).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman, Anak Agung Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri mengatakan salah satu programnya adalah ingin membuat Kabupaten Sleman maju melalui perpustakaan. Oleh karena itulah dia mengajak warga Sleman datang ke perpustakaan, terutama perpustakaan yang ada di dekat rumah mereka.

Terlebih Sleman kini tengah menuju Smart Regency. Untuk menuju kabupaten yang cerdas, praktis diperlukan sumber daya manusia yang cerdas pula. "Dan tidak ada jalan lain agar cerdas, selain membaca," ucap dia.

Kepala BPAD DIY, Monika Nur Lastiyani, mengatakan berdasarkan survei tahun 2015 minat baca masyarakat DIY adalah 0,042 yang berarti dari 1.000 orang ada 42 orang yang gemar membaca. Sedangkan berdasarkan survei UNESCO pada 2015 lalu, minat baca rakyat Indonesia 0.001 artinya dari 1.000 orang hanya ada satu orang yang mau membaca.

Dia menjelaskan BPAD DIY mempunyai beban untuk menumbuhkan minat baca masyarakat Jogja. Menumbuhkan minat baca sama dengan membentuk sebuah generasi.

"Langkah yang kami lakukan adalah roadshow seperti ini dan bedah buku,” ucap dia.