Warga Dusun Tubin, Kulonprogo Akhirnya Punya Rumah Baca

Suasana kegiatan di Rumah Baca Saab Shares di Dusun Tubin, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Minggu (18/11/2018). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
21 November 2018 09:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Warga Dusun Tubin, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah akhirnya mempunyai rumah baca. Bertempat di sebuah sanggar batik milik seorang warga, setiap hari, rumah baca ini ramai dikunjungi anak-anak sekitar untuk belajar.

Warga yang rumahnya dijadikan rumah baca, Herna Purwanti mengatakan tujuan didirikannya rumah baca ini agar memudahkan anak-anak di Dusun Tubin untuk belajar di luar jam sekolah. Ini juga untuk mengakomodir anak-anak yang biasa membaca di perpustakaan sekolah tapi terbatas waktunya. Sementara jika ke perpustakaan desa maupun kabupaten hingga provinsi terkendala jarak yang jauh.

"Lebih ke bagaimana agar anak-anak di sini [Dusun Tubin] bisa belajar di luar jam sekolah, nah di sini [rumah baca] tidak hanya menyediakan buku tapi juga mengajari anak-anak untuk membaca agar budaya baca buku tetap lestari," ucap Herna, Selasa (20/11/2018).

Dikatakan Herna meski baru diresmikan akhir pekan lalu, antusiasme anak-anak untuk memanfaatkan rumah baca tersebut tergolong besar khususnya saat jam pulang sekolah menjelang petang. Sejumlah masyarakat yang tergolong telah berumur beberapa kali juga ikut datang, entah untuk menemani anaknya maupun memang ingin membaca atas kemauan sendiri.

Sejauh ini jumlah buku di rumah baca tersebut sekitar 500 an. Jenisnya bermacam-macam, tapi kebanyakan merupakan buku anak-anak. Adapun seluruh buku tersebut pemberian dari donatur baik perorangan maupun kelompok. Salah satunya adalah organisasi sosial Saab Shares. Bahkan, organisasi ini juga yang menginisiasi lahirnya rumah baca itu.

"Jadi awalnya memang dari Saab Shares survei ke kami, setelah survei lalu melakukan pertimbangan dan memutuskan membantu membuat rumah baca ini agar anak-anak di sini [Dusun Tubin] memiliki budaya membaca yang baik," jelas Herna. Atas hal itu, nama Saab Shares kemudian dipilih sebagai nama rumah baca tersebut.

Co Founder, Saab Shares, Elena Bensawan mengatakan pendirian rumah baca ini sesuai dengan salah satu tujuan organisasinya yakni berfokus pada pengembangan pendidikan. Adapun fokus lain beridirinya organsiasi ini adalah pada bidang kesehatan dan Pemberdayaan wanita.

"Ini memang sesuai dengan tujuan kami sebagai organisasi sosial yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan wanita. Khusus untuk rumah baca ini merupakan yang kedua setelah sebelumnya kami juga ada di Jakarta," ucapnya.

Dikatakan Elena adanya rumah baca ini merupakan upaya pihaknya untuk terus mengembangkan progra literasi dan menjaga budaya membaca buku oleh anak-anak.

Elena mengatakan rumah baca merupakan program yang berkelanjutan. Selain membantu sarpras Saab Shares juga melakukan evaluasi ke rumah baca untuk mengetahui sejauh mana efektivitas program ini. Nantinya buku bacaan juga akan ditambah sesuai dengan minat masyarakat yang berkunjung.

Organisasi yang didirikan pada 2014 silam ini juga membuka kran donasi bagi para donatur untuk ikut membantu kelancaran program rumah baca.

Salah satu donatur yang menyalurkan bantuannya melalui Saab Shares, Patricia Yora mengatakan budaya membaca merupakan hal penting yang harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak.

Alasan itulah yang melatarbelakangi perempuan yang juga merupakan pilot salah satu maskapai nasional ini turut menjadi donatur rumah baca. "Adanya taman baca sangat membantu untuk menumbuhkan baca di masa muda," ucap Yora.

Salah satu warga Dusun Tubin, Wahyu Saputri, 7, mengaku senang dan merasa terbantu dengan adanya rumah baca ini. Sebab lebih memudahkannya untuk mendapat tambahan literasi buku di luar jam sekolah. "Jadi bisa belajar enggak hanya di sekolah, disini juga ada yang ngajari," ucapnya.

Gadis mungil yang bercita-cita jadi dokter ini berharap rumah baca tersebut terus ada dan jumlah buku bacaan yang tersedia makin bertambah.