Pernah Jaya Era 1960-an, Wayang Wong Thengul akan Dihidupkan Lagi di Sleman

Ilustrasi kegiatan desa tentang wayang - JIBI/Harian Jogja
04 Desember 2018 07:50 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Setelah vakum sejak 1980, Wayang Wong Thengul akan direvitalisasi oleh Dinas Kebudayaan Sleman (Disbud) Sleman dengan mementaskannya di beberapa kecamatan. Kesenian wayang tersebut dianggap mempunyai potensi untuk dikembangkan.

Kepala Disbud Sleman Aji Wulantara mengatakan upaya revitalisasi Wayang Wong Thengul ditujukan untuk memperkuat dan semakin menyemarakkan berbagai jenis atraksi budaya yang vakum di Sleman. Selain itu, ia mengatakan, langkah revitalisasi juga untuk memperkuat dan memperkokoh keistimewaan DIY.

"Wayang Wong Thengul mengalami masa kejayaannya pada tahun 1967 hingga 1980an. Lalu setelah itu hingga kini mengalami masa kevakuman," ujar Aji pada Minggu (2/12/2018).

Aji mengatakan vakumnya Wayang Wong Thengul disebabkan karena banyaknya anggota dari wayang itu yang pindah tempat tinggal, anggotanya yang lanjut usia, kekurangan sumber dana, juga kekurangan alat musik dan kostum.

Wayang Wong Thengul merupakan seni tari yang menirukan olah kridha wayang golek atau kayu menjadi gerakan kaku dan patah-patah. Wayang wong atau wayang orang biasanya mengambil tema cerita Ramayana dan Mahabarata, namun pada Wayang Wong Thengul tema cerita yang diangkat yaitu cerita menak atau orang yang terhormat seperti bangsawan.

Aji mengatakan cara untuk merevitalisasi dan mengenalkan kembali Wayang Wong Thengul yaitu dengan mementaskannya di berbagai acara kebudayaan pada tiap kecamatan.