Berpotensi Picu Banjir, 14 Titik Drainase Ini Diwaspadai

Ilustrasi banjir. - Bisnis Indonesia/Paulus Tandi Bone
04 Desember 2018 21:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 14 titik drainase dinilai sebagai penyebab banjir di sejumlah wilayah di Kulonprogo. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Gusdi Hartono, mengatakan belasan titik drainase itu rusak dan dipastikan bakal memicu terjadinya banjir bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

"Kami sudah berusaha menangani dan melakukan berbagai tindakan untuk mengantisipasi potensi banjir di 14 titik yang terdeteksi. Namun tidak semua dapat dikerjakan," ujar Gusdi saat ditemui Selasa (4/12/2018).

Ia menambahkan berbagai langkah yang diupayakan untuk segera dilakukan antara lain normalisasi, merehabilitasi tanggul, pembersihan tanaman yang menyumbat aliran air, perbaikan klep, pelebaran penampang basah, rehabilitasi parapet, rehabilitasi pintu air dan penyesuaian penampang basah antara hulu dan hilir.

Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di lokasi penyebab banjir untuk selalu waspada. DPUPKP Kulonprogo juga mengharapkan peran serta masyarakat untuk membersihkan tanaman di sekitar drainase yang dapat mengganggu aliran air.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Hepy Eko Nugroho, mengatakan jajarannya mencatat ada 22 desa masuk kawasan rawan banjir. Pasalnya, sungai di desa tersebut mengalami pendangkalan yang disebabkan faktor alam. Akibatnya saat turun hujan air mudah meluap hingga membanjiri permukiman warga.

BPBD berharap kejadian banjir pada tahun ini bisa berkurang dibanding 2017 berkat adanya proyek normalisasi Sungai Heizero dan Sungai Sen di Simpang Empat Nagung, Kecamatan Wates hingga Jembatan Ngremang, Desa Bugel, Kecamatan Panjatan.

Hepi mengungkapkan, BPBD telah menguatkan sukarelawan dan pemahaman masyarakat mengenai antisipasi bencana. Salah satunya dengan program pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana). BPBD juga menjalin kerja sama dengan TNI, Polri dan stakeholder terkait penanganan dan antisipasi bencana sejak awal Oktober 2018. "Kami juga selalu mengimbau warga agar selalu waspada lewat pertemuan rutin," kata dia.

Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati, meminta DPUPKP Kulonprogo segera memperbaiki drainase yang rusak, jangan sampai menyebabkan banjir seperti kerusakan drainase Wojowalur yang mengancam ratusan rumah warga dan persawahan.

Akhid berharap kerusakan di 14 titik yang disebutkan DPUPKP bisa ditangani dengan baik, sehingga air tidak membanjiri persawahan dan permukiman warga.