Wisata Alam Tetap Jadi Andalan Datangkan Turis Asing

Ilustrasi turis asing. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
05 Desember 2018 15:20 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Jelajah wisata alam ke sejumlah destinasi wisata di DIY tetap akan jadi program Dinas Pariwisata (Dispar) DIY untuk menarik wisatawan. Tidak hanya wisatawan lokal, jelajah wisata tersebut diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara (wisman).

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Aris Riyanta mengatakan event jelajah wisata masih jadi program tahun depan. Tujuannya untuk menarik wisatawan mengunjungi destinasi-destinasi wisata yang dikelola warga.

Dia mencontohkan jelajah alam kawasan Mangunan yang dilakukan Minggu (2/12) lalu. "Program jelajah alam seperti di Mangunan kemarin akan terus kami gelar tahun depan," katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (4/12).

Dalam acara tersebut, puluhan pesepeda dari sekitar 20 komunitas berpartisipasi dalam Jelajah Alam Kawasan Mangunan Minggu (2/12). Kegiatan tersebut digelar Dispar DIY bekerja sama dengan Dispar Bantul dan Desa Wisata Kaki Langit Mangunan. Para peserta bersepeda dengan menempuh jarak 12 kilometer. "Kami memperkenalkan destinasi wisata Watu Mabur di kawasan Mangunan," katanya.

Meski begitu, diakui Aris jika event jelajah alam selama ini masih didominasi peserta lokal. Ke depan, program tersebut diharapkan bisa menggaet para wisman untuk lebih mengeksplorasi kekayaan alam dan budaya di DIY.

Terlebih tahun depan Dispar DIY telah menargetkan jumlah kunjungan wisman sebanyak 600.000 orang. "Jadi para pelaku wisata, semuanya, harus makin solid, smart dan speed dalam menangkap peluang," kata Aris.

Kepala Seksi Standardisasi Produk Dispar DIY Jufri mengatakan detinasi wisata Watu Mabur memiliki perpaduan serasi antara alam dan spot kekinian. Disebut Watu Mabur karena saat berada dekat tebing, pengunjung seolah-olah terbang.

"Kami berharap program Jelajah Alam ini dapat memajukan ekonomi masyarakat. Sebab di setiap event jelajah alam, seperti di Kawasan Mangunan, yang menyediakan makanan disini masyarakat,” kata dia.