Budi Utama Adakan Acara Keagamaan

Siswa Sekolah Budi Utama mengikuti kegiataan keagamaan sesuai keyakinan yang dianut belum lama ini. - Ist./Sekolah Budi Utama
06 Desember 2018 11:30 WIB Rheisnayu Cyntara Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sekolah Budi Utama menjunjung tinggi nilai toleransi yang ada di lingkungan sekolah dengan rutin mengadakan beberapa kegiatan untuk mewujudkannya. Salah satunya melalui kegiatan keagamaan. Dalam kegiatan ini, para siswa akan mengikuti berdasarkan agama yang dianut serta didampingi oleh guru dan pemuka agamanya.

Public Relations Officer Sekolah Budi Utama, Marcelina Mayang Asriani mengatakan menjadi sekolah yang memiliki siswa yang beragam dalam hal kepercayaan, kegiatan keagamaan sangat penting diadakan. Selain menjadi kegiatan untuk memperdalam ajaran agama para siswa, kegiatan ini ini juga menjadi edukasi kepada siswa untuk menghormati agama teman-temannya.

Dalam kegiatan yang diadakan pada Jumat (23/11) ini, Marcelina menyebut Sekolah Budi Utama bekerja sama dengan orang tua siswa untuk turut mendampingi dan berperan aktif sehingga nilai-nilai toleransi yang dijunjung oleh sekolah mendapatkan dukungan dari orang tua. "Terbukti dalam kegiatan ini para orang tua, guru, dan siswa turut berpartisipasi," katanya dalam rilis, Rabu (5/12).

Marcelina menuturkan ada beberapa kegiatan keagamaan yang diadakan. Agama Islam diisi dengan pengajian bersama yang diselenggarakan di hall gedung C SD Budi Utama, Katholik diisi dengan kegiatan misa kudus di Gereja Nandan, Kristen diisi dengan lebaktian kebangunan rohani (KKR) di hall gedung KB TK Budi Utama, Buddha dengan kegiatan kathina puja di ruang kelas SD Budi Utama, serta Hindu dengan prosesi persembahan dan pemujaan yang dilaksanakan di ruang kelas SD Budi Utama.

Menurutnya, kegiatan keagamaan ini menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Dalam setiap doa sesuai agamanya para siswa memohon agar diberikan kelancaran dan kesuksesan dalam masa ujian akhir sekolah semester I yang segera dilaksanakan. Marcelina menambahkan kegiatan ini dapat rutin berjalan setiap tahunnya berkat dukungan dari semua pihak. "Sikap toleransi yang sudah diperkenalkan sejak dini akan membentuk pribadi siswa untuk mau menghormati, menghargai, dan bersaudara dengan teman-teman tanpa melihat latar belakang agama," ujarnya.