Kabupaten Sleman Miliki 178 Bank Sampah

Ilustrasi pengelolaan sampah melalui bank sampah - JIBI
06 Desember 2018 15:15 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman menyatakan tahun ada 178 bank sampah yang dibangun masyarakat. Meski demikian, dari 86 desa yang ada di Sleman, sebanyak 10 desa belum memiliki bank sampah.

Kepala Seksi Pengelolaan Persampahan DLH Sleman, Suryantono, mengatakan 178 bank sampah tersebut merupakan data sementara. "Sebenarnya ada sekitar 200, namun karena dicek ternyata bank sampah itu tidak aktif lagi, maka hanya ada 178 unit bank sampah yang dinyatakan aktif," ujarnya, Rabu (5/12/2018).

Menurutnya, bank sampah tersebut nantinya didampingi oleh Tempat Pembuangan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) yang ada di tiap desa. Namun hingga saat ini hanya ada 18 TPS 3R di Sleman. "Jangkauan TPS 3R tidak hanya satu desa, bisa mencakup beberapa desa," kata Suryantono.

Dalam pengelolaan sampah di Sleman, DLH membuat masterplan. DLH juga mengandalkan TPS 3R yang bisa mengolah sampah baik organik maupun anorganik. "Kami siap membeli kompos hasil produksi TPS 3R agar mereka memperoleh penghasilan. Kami juga mendorong agar sampah anorganiknya bisa didaur ulang atau digunakan ulang," katanya.

Wakil Ketua TPS 3R Brama Muda, Dusun Dayakan, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sutarjo, mengatakan TPS 3R di tempatnya sudah dikelola selama setahun. Di TPS 3R yang dia kelola petugas memilah sampah organik dan anorganik sebelum kemudian didaur ulang. Ia mengatakan, sampah organik yang diolah menjadi kompos dijual ke DLH Sleman.

"Dengan adanya TPS 3R ini pengelolaan sampah sangat terbantu, lingkungan menjadi bersih, dan kepedulian masyarakat pada sampah juga baik," ujar Sutarjo. Salah satu kendala yang dihadapi TPS 3 R Brama Muda yakni masyarakat belum bisa memilah sampah organik dan nonorganik di rumah masing-masing.