Di Sleman, Program Smart City Diterapkan di Setiap Lini

Ilustrasi internet - Bisnis.com
06 Desember 2018 21:15 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman mengupayakan implementasi dan evaluasi program smart city di setiap lini kebijakan. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman, evaluasi dilakukan di dua organisasi perangkat daerah (OPD), Kamis (6/12/2018).

Dua OPD yang menjadi sasaran evaluasi yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Sleman. Kedua institusi tersebut menjelaskan terkait dengan impelementasi program smart city dalam berbagai kebijakan yang sudah dilakukan.

Kepala DPK Sleman, Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri, mengaku di jawatan yang dia pimpin program smart city diterapkan di hampir semua kebijakan, baik di bidang perpustakaan maupun kearsipan. "Contohnya kami melakukan pengembangan untuk sistem kearsipan melalui berbagai aplikasi, ada program Simarda [Sistem Informasi Manajemen Arsip Daerah], alih media arsip, Sistem Informasi Kearsipan Nasional, dan Sistem Informasi Kearsipan Statis," katanya, Kamis.

Ayu mengatakan dari sisi pelayanan DPK juga mengembangkan beberapa pelayanan yang terintegrasi dengan program smart city, seperti restorasi arsip, storyline Sleman, dan kunjung arsip. Ia menargetkan, pada 2019 semua perangkat daerah sudah menerapkan Simarda. "Tahun ini Simarda sudah diimplementasikan di tujuh organisasi perangkat daerah sebagai pilot project," katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Joko Supriyanto, menjelaskan berbagai aplikasi sebagai penunjang program smart city sudah dikembangkan di BPBD Sleman. "Ada program Sleman Disaster Information System. Dengan program ini masyarakat bisa tahu jarak mereka dengan puncak Merapi dan jarak itu termasuk aman atau tidak. Melalui program ini masyarakat bisa tahu karena ada notifikasinya," katanya, Kamis.

Ia mengatakan Sleman Disaster Information System dapat diakses anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman dan masyarakat umum. “Anggota TRC langsung bisa menuju lokasi bencana dengan mengacu pada maps yang ada di aplikasi," ujar Joko.