Libur Akhir Tahun Kali Ini, Jogja Bakal Lebih Macet dari Tahun Lalu

Ilustrasi arus lalu lintas di Jalan Malioboro, Jogja yang padat. - Harian Jogja/I Ketut Sawitra Mustika
07 Desember 2018 15:20 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Volume lalu lintas pada libur akhir tahun ini diperkirakan mengalami lonjakan. Untuk mengantisipasi hal itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas.

Rekayasa lalu lintas akan dilakukan khususnya bagi kendaraan yang akan menuju sekitar kawasan Malioboro dan kawasan Titik Nol Kilometer. Pasalnya, Dishub memperkirakan arus lalu lintas ke lokasi tersebut akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.

Alasannya, saat ini arus kendaraan baik bermotor maupun tak bermotor yang melintas di Malioboro, hanya bisa lewat di satu jalur. “Setelah jalur lambat di sisi barat dijadikan pedestrian, otomatis hanya satu jalur yang bisa digunakan. Semua jenis kendaraan akan masuk ke jalur cepat," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Jogja Golkari Made Yulianto, Kamis (6/12/2018).

Selama libur panjang akhir tahun, Dishub memperkirakan volume kendaraan yang masuk ke Kota Jogja akan meningkat ketimbang tahun sebelumnya. Kondisi tersebut tidak terlepas dari banyaknya akses jalan tol yang mulai dioperasikan.

Hal itu memudahkan masyarakat untuk menggunakan kendaraan bermotor ketika menghabiskan libur akhir tahun. "Sejak tol Jakarta-Surabaya tersambung ini memudahkan akses masyarakat untuk berwisata," katanya.

Penambahan kapasitas jalan, lanjut dia, bisa akan memicu masyarakat untuk memanfaatkannya. Kemudahan akses tersebut juga bisa berdampak pada semakin banyaknya wisatawan menggunakan kendaraan pribadi.

Selain jalur tol, akses yang mudah di jalur jalan lintas selatan (JJLS) akan dimanfaatkan masyarakat saat berlibur akhir tahun di Jogja. "Kami perkirakan, tren peningkatan kendaraan dari luar daerah yang masuk ke Kota terjadi mulai 22 Desember," ujarnya.

Peningkatan volume kendaraan bermotor, diprediksi Golkari akan terus bertambah hingga puncaknya ada pada libur akhir tahun. Volume baru turun, kata dia, setelah 2 Januari 2019.

Untuk mengantisipasi hal itu, Dishub menyiapkan sejumlah langkah di antaranya membuka posko pemantauan di kantor Dishub dan juga Titik Nol Kilometer. "Selain itu, ada tim yang bertugas berkeliling melakukan monitoring di jalanan. Kami juga akan pembatas jalan di sejumlah ruas yang berpotensi mengalami kepadatan seperti di Jalan Senopati," katanya.

Pemasangan pembatas jalan ini bakal dimulai pekan depan. Selain itu, Dishub juga berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lain agar tidak melakukan pekerjaan fisik selama libur akhir tahun. “Termasuk untuk memangkas dahan pohon yang menutup rambu dan lampu lalu lintas. Kami pun akan memasang rambu petunjuk arah alternatif agar pengguna jalan tidak terjebak kepadatan di dalam kota,” katanya.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti membenarkan prediksi peningkatan volume lalu lintas selama libur panjang akhir tahun ini ketimbang tahun lalu. Itu dikarenakan Jogja menjadi salah satu destinasi wisata yang masih digemari oleh wisatawan. "Apalagi sekarang, untuk datang ke Jogja menggunakan jalur darat semakin mudah. Sudah ada jalan tol dari Jakarta maupun Surabaya,” katanya.

Salah satu permasalahan yang harus diantisipasi dari peningkatan volume kendaraan, lanjut Haryadi adalah lokasi parkir. Dia tak menampik kapasitas parkir di Jogja terbatas.

Tentunya, Pemkot akan melakukan persiapan untuk mengantisipasi berbagai potensi masalah yang mungkin timbul. "Semuanya akan kami siapkan, termasuk ketertiban parkir agar wisatawan bisa nyaman datang ke Jogja,” katanya.