Polisi Belum Percaya Penembak Puluhan Pekerja Trans Papua adalah OPM

Kelompok Kriminal Bersentara Papua - Ist
07 Desember 2018 18:50 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Polisi belum percaya pelaku penembakan puluhan pekerja Trans Papua merupakan bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM). 

Lokasi penembakan di Trans Papua oleh kelompok bersenjata di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua pada 2 dan 3 Desember 2018 disebut telah dikuasai aparat gabungan TNI dan Polri.

Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan, saat ini TNI-Polri sudah dapat memberikan sinyal penguasaan daerah di Distrik Mbua.

"Kita sudah mengusai keadaan distrik di Papua. Bapak Kapolda dan Pangdam memimpin langsung sejak insiden," kata Iqbal usai menghadiri kegiatan kenaikan tipe Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jum’at (7/12/2018).

Iqbal mengatakan, data yang ia terima saat ini sudah ada belasan korban yang dinyatakan tewas. Mereka sudah berhasil dievakuasi. Selain itu, masyarakat yang sempat menjadi tawanan juga sudah dapat dievakuasi.

"Belasan tewas sudah dievakuasi bahkan sudah dipertemukan dengan keluarga, beberapa masyarakat berhasil kita evakuasi, puluhan tawanan yang berhasil melarikan diri juga berhasil dievakuasi," Iqbal menjelaskan.

Iqbal menyatakan, Polri-TNI tidak akan terpancing dengan pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan Organisasi Papua Merdeka atau OPM yang mengaku jadi dalang dalam aksi penembakan di Trans Papua itu. 

OPM dalam rilisnya juga mengklaim yang ditembak adalah tentara berpakaian sipil, bukan pekerja. "Narasi yang mengaku juru bicara OPM itu bahan saja, kita enggak mau terpancing proganda," kata Iqbal.

Menurut dia, sampai saat ini tim masih melakukan pergerakan untuk dapat membuktikan peristiwa tersebut secara utuh. Dirinya juga belum bisa menyampaikan kelompok bersenjata tersebut dari mana meksipun bukti-bukti sudah dikantongi Polri.

"Saat ini tim sudah bergerak melakulan penegakan hukum, kalau sudah klir kelompok mana yang bertindak, khusus untuk KKB [Kelompok Kriminal Bersenjata] kita paham dari mana," ujarnya lagi.

Ia menegaskan akan terus melakukan pengejaran serta penangkapan para pelaku penembakan tersebut. Ia meminta awak media untuk dapat memberikan ruang bekerja kepada TNI-Polri dalam bertugas penuh.

"Doakan saja TNI dan Polri segera melakukan proses hukum di manapun mereka [kelompok bersenjata] berada dan kita akan tangkap di mana pun berada," Iqbal menegaskan.

Sumber : Suara.com