Tokoh dan Pejuang Veteran Silaturahmi di Desa Wisata Pokoh

Para veteran berfoto bersama Ketua DPP PEPABRI Jenderal TNI (purn) Agum Gumelar dalam kegiatan silaturahmi di Desa Wisata Pokoh, Banyurejo, Tempel, Sleman, Kamis (6/12 - 2018) malam. IST
08 Desember 2018 09:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN– Para anggota Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-POLRI (PEPABRI) DIY, Pejuang Legiun Veteran RI (LVRI) dan masyarakat menggelar silaturahmi di Desa Wisata Pokoh, Banyurejo, Tempel, Sleman. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPP PEPABRI Jenderal TNI (purn) Agum Gumelar.

Agum mengatakan peran PEPABRI dan Pejuang Veteran bagi bangsa dan negara sangat besar. Oleh karenanya jasa-jasa para anggota PEPABRI dan Pejuang Veteran layak dihargai dan dihormati,
“Berkat bapak-bapak Pejuang Veteran ini Indonesia merdeka dan kita bisa menikmati kemerdekaan,” katanya melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (7/12/2018)

Kegiatan silaturahmi tersebut digelar oleh Ikatan Keluarga Alumni LEMHANNAS (IKAL) DIY. Dalam kesempatan itu Agum menyerahkan secara simbolik nisan bambu runcing untuk makam para veteran di wilayah Ranting Tempel yang merupakan bantuan dari IKAL DIY. Menurutnya, hal itu sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa-jasa para pejuang veteran semasa hidup. “Jadi kalau meninggal veteran itu kan nisannya, berupa bendera merah putih dan bambu runcing. Untuk mengenang jasa-jasanya,” kata Agum yang juga Ketua IKAL Pusat.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI ini juga mengapresiasi rintisan wisata desa SHS Socio Eco Preneur Pokoh yang diinisiasi oleh Sugiyanto Harjo Semangun. Sugiyanto sendiri merupakan Ketua IKAL DIY. SHS merupakan singkatan dari nama Sugiyanto Harjo Semangun. "Dari sisi lokasi, rintisan wisata desa SHS Socio Eco Preneur Pokoh layak menjadi tempat wisata. Dari segi alamnya memenuhi syarat untuk jadi tujuan wisata,” kata Agum.

Menurut Agum, ada satu hal penting terkait wisata, yaitu perlunya kesadaran masyarakat bahwa wisatawan itu adalah sumber devisa atau sumber pemasukan masyarakat. Wisatawan, kata Agum, mendambakan kenyamanan, keamanan, kebersihan dan keramahan. "Masyarakat disini harus bisa menciptakan itu, disamping tempat wisatanya memang sudah bagus,” ujarnya.

Sementara Sugiyanto mengatakan kegiatan silaturahmi dengan para anggota PEPABRI, Pejuang Veteran dan masyarakat di Desa Wisata Pokoh tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap para Pejuang Veteran dan anggota PEPABRI. "Jadi korelasinya adalah di Tempel ini banyak Pejuang Veteran dan anggota PEPABRI yang aktif, selain itu ada potensi wisata yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan ini akan menambah motivasi kepada masyarakat di sini,” tuturnya.

Sugiyanto menjelaskan, SHS Socio Eco Preneur Wisata Desa Pokoh konsepnya adalah memadukan wisata alam dengan wisata edukasi dan kebudayaan serta kearifan lokal desa. Di lahan seluas 2 Ha kawasan SHS Socio Eco Preneur nantinya akan dibangun berbagai wahana, antara lain wisata berkuda, joglo gamelan, sport center, kolam renang, taman edukasi untuk anak-anak dan sebagainya. "Kami berharap, desa wisata ini bisa meningkatkan perekonomian dan menyejahterakan warga,” harapnya.

Acara silaturahmi dengan Pejuang Veteran dan anggota PEPABRI juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh DIY, di antaranya Kepala Kesbangpol DIY, Agung Supriyanto, Ketua PEPABRI DIY, Mayor Jend (purn) Fajar Budianto, unsur Pemerintah Desa Banyurejo, unsur musyawarah pimpinan Kecamatan (Muspimca) Tempel, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.