Jelang Liburan Akhir Tahun, Pasokan Bahan Pokok Dipastikan Aman

Suasana Pasar Beringharjo, Jumat (8/6/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
09 Desember 2018 05:17 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Jelang liburan akhir tahun, permintaan sejumlah komoditas bahan pangan pokok, diperkirakan akan mengalami kenaikan. Mengantisipasi kurangnya pasokan dan potensi harga melambung, distribusi bahan pangan pokok dipantau ketat.

Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY akan terus optimal melakukan pemantauan harga komoditas pokok.

"TPID akan selalu memantau pergerakan harga, mengantisipasi agar inflasi tetap terjaga. Terlebih di akhir tahun ini, biasanya harga-harga kebutuhan pokok cenderung mengalami peningkatan," ujar Gatot belum lama ini.

Gatot menuturkan hingga beberapa bulan kedepan, dipastikan ketersediaan pasokan dan stok bahan pangan pokok terjamin. Namun, yang perlu diwaspadai yakni terkait distribusi komoditas bahan pokok.

Terdapat enam komoditas pokok yang akan lebih dipantau, antara lain beras, telur ayam negeri, daging ayam potong, bawang merah, cabai dan daging sapi.

Kendati demikian, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Tri Saktiyana memastikan ketersediaan pasokan beras oleh Bulog dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan.

"Kalau beras, dengan ketersediaan yang ada di gudang Bulog saat ini, kami rasa akan cukup. Ada enam komoditas volatile food yang akan dipantau dan diawasai ketersediaan hingga distribusinya," papar Sakti.

Sementara itu, menyambut liburan panjang akhir tahun, komoditas telur ayam dan daging ayam diharapkan distribusi dan harga tidak mengalami lonjakan. Sakti memaparkan banyaknya lahan yang beralih fungsi menjadi perumahan atau hunian, membuat bisnis peternakan ayam cukup terganggu.

Pasalnya, banyak peternakan yang tergusur, sehingga produksi telur maupun daging ayam terkandang mengalami pasang surut. Untuk dapat menjamin kelancaran pasokan, Sakti mengungkapkan adanya kerjasama antar pemerintah daerah.

"Banyak perumahan yang mendekati kandang ayam, sehingga banyak pebisnis ternak ayam baik petelur maupun pedaging pindah ke daerah lain.Untuk itu, nantinya kami berupaya akan membuka perdagangan antar daerah," jelas Sakti.

Sementara itu, Kepala Bulog Divre DIY Akhmad Kholisun mengungkapkan pasokan beras saat ini dinilai cukup hingga April 2019. Sedangkan stok untuk komoditas lainnya juga relatif terjaga. Antara lain gula pasir, minyak goreng, daging sapi.

"Gula pasir tersedia stok 4.100 ton, minyak goreng tersedia 54.000 liter, dan daging sapi yang stand by ada 1,6 ton. Saat ini akan ada penambahan tujuh ton daging," papar Kholisun.