Sambut Libur Akhir Tahun, Warga Jatisarono Nanggulan Gelar Pentas Jatilan

Pentas jatilan yang digelar di Dusun Grubug, Desa Jatisarono, Kecamatan Nanggulan, Jumat (7/12/2018). - Harian Jogja/Uli Febriarni
09 Desember 2018 20:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pariwisata DIY dan Sanggar Budaya Kudho Wiromo Putro menyelenggarakan Gelar Seni Jatilan di Dusun Grubug, Desa Jatisarono, Kecamatan Nanggulan, Jumat (7/12/2018). Jatilan tersebut diselenggarakan sebagai rangkaian menyambut libur perayaan Natal dan Tahun Baru 2019.

Ketua Sanggar Kudho Wiromo Putro, Suparjo, mengatakan jatilan diselenggarakan agar suasana kampung menjadi lebih meriah. Menurut dia pentas seni dan budaya selalu digelar secara rutin di dusun setempat. Pergelaran jatilan yang mengisahkan perjalanan Raden Panji Asmorobangun tersebut melibatkan anak-anak muda dusun setempat.

"Mengajak anak muda menjadi cara kami untuk menarik minat generasi muda terhadap seni dan budaya. Para pemain jatilan membutuhkan regenerasi, jadi anak-anak harus mengenal dan mempelajari kesenian ini, karena merekalah yang akan melestarikan budaya di masa mendatang," kata dia, Jumat.

Suparjo bersyukur dan tidak kesulitan dalam proses regenerasi seniman jatilan karena anak-anak Dusun Grubug menyukai jathilan dan berkeinginan menjadi pemain. Apalagi seniman setempat berupaya untuk membuat kreasi baru jatilan sehingga menimbulkan ketertarikan anak muda akan hal-hal baru. "Budaya asli Indonesia jangan sampai kalah dengan negara lain," tuturnya.

Kasi Objek Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata DIY, Wardoyo, mengatakan acara yang digelar merupakan bentuk penguatan upaya pelestarian seni dan budaya sebagai penunjang pariwisata. Nantinya hal ini akan bermuara pada peningkatan kunjungan wisatawan. Menurut dia kepariwisataan tidak terlepas dari seni budaya. Bahkan keduanya bisa saling mendukung. Ia mendorong masyarakat untuk bisa mengemas pertunjukan seni dan budaya dengan baik agar menjadi sebuah daya tarik.

Dispar berharap para pelaku seni dan pelaku wisata di setiap wilayah bisa bersinergi untuk menambah kekuatan daya tarik. Partisipasi para generasi muda juga diperlukan agar tidak melupakan budaya yang dimiliki. "Wisatawan tertarik dengan atraksi seni budaya yang ditampilkan sehingga berkunjung ke daerah tersebut," kata dia.