Drainase Kawasan Cagar Budaya di Jogja Akan Dibenahi

Ilustrasi drainase - Ist/WSBT
10 Desember 2018 10:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Revitalisasi saluran drainase di dua kawasan cagar budaya akan dibenahi. Upaya tersebut dilakukan untuk melindungi KCB dari kerusakan akibat banjir.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Jogja Aki Lukman mengatakan revitalisasi saluran drainase di KCB tersebut akan menggunakan dana keistimewaan (Danais). "Untuk tahun depan, revitalisasi akan dilakukan di KCB Malioboro dan Kotagede, ini untuk mendukung penataan kawasan," katanya, Sabtu (8/12/2018).

Dia menjelaskan, revitalisasi saluran drainase di Kotagede akan dilaksanakan di Jalan Mondorakan sepanjang 717 meter. Proyek tersebut diperkirakan menelan Danais sekitar Rp10,4 miliar.
Sebenarnya, kata Aki, Dinas juga akan melakukan proyek yang sama di jalan Kemasan. Hanya saja dana yang diterima hanya cukup untuk memperbaiki saluran di Jalan Mondorakan. "Kemasan juga dikeluhkan warga, tapi dananya hanya cukup untuk Mendirikan sehingga pekerjaan dilakukan bertahap," katanya.

Perbaikan saluran drainase di Jalan Mondorakan tersebut ditujukan untuk mengurangi potensi genangan di ruas jalan tersebut yang kerap terjadi saat hujan lebat. Saat ini, kapasitas saluran drainase di Jalan Mondorakan sekitar 60x60 centimeter dan akan diperbesar menjadi lebih dari dua kali lipat menjadi 1,8x1,5 meter. "Kapasitas drainase di Jalan Mondorakan kecil sehingga dalam proses revitalisasi nanti salurannya akan diperbesar. Apalagi, pertumbuhan permukiman cukup banyak dan seluruhnya dialirkan ke Jalan Mondorakan,” katanya.

Sedangkan di Kawasan Malioboro, drainase yang akan diperbaiki berada di Jalan Suryatmajan dan Jalan Pajeksan, masing-masing sepanjang 200 meter dengan dana sekitar Rp3 miliar. Selain drainase, pihaknya juga akan membenahi trotoar di Jalan Suryatmajan agar kondisi lingkungan di ruas jalan tersebut semakin tertata. Alasannya, trotoar tersebut merupakan pintu masuk ke kantor Gubernur DIY.

Aki juga menyebut, sudah merencanakan beberapa pekerjaan perbaikan talut dan saluran drainase menggunakan APBD 2019 Kota Jogja, namun pelaksanaan pekerjaan tersebut sangat tergantung pada perkembangan kondisi. “Jika tiba-tiba terjadi kerusakan yang cukup besar dan membutuhkan penanganan segera, maka bisa saja alokasi anggaran perbaikan dialihkan untuk kepentingan yang lebih mendesak. Kami pun masih menunggu pengesahan APBD 2019 di DIY,” kata Aki.

Sejumlah pekerjaan yang sudah direncanakan pada tahun depan di antaranya melanjutkan pekerjaan perbaikan revitalisasi talut di Sungai Code yang berada di dekat Masjid Syuhada, melanjutkan pekerjaan revitalisasi drainase di Jalan Babaran dan sirip-sirip jalannya, perbaikan drainase di sekitar jembatan di Jalan Pembela Tanah Air, serta drainase di Jogokaryan.

“Pada tahun lalu, kami berencana memperbaiki drainase di Tegalrejo di sekitar rel kereta api. Namun, rencana itu belum dapat dilanjutkan karena sampai sekarang izin dari PT KAI belum turun. Di lokasi tersebut kerap terjadi genangan saat hujan turun,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Jogja Eko Suryo Maharsono mengatakan perbaikan saluran drainase tersebut penting untuk melindungi bangunan-bangunan bersejarah di KCB. Jika bangunan bersejarah terkena banjir karena sistem drainase yang kurang baik, dikawatirkan hal itu merusak bangunan di KCB.