Bupati Sleman Cek Izin Homestay Lokasi Pesta Seks

Bupati Sleman Sri Purnomo - Dokumen Harian Jogja
16 Desember 2018 05:17 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Bupati Sleman Sri Purnomo mengaku turut prihatin dengan adanya danya pesta seks yang terjadi di salah satu homestay di kawasan Condongcatur, Depok Sleman pada Selasa (11/12/2018) lalu. Saat ini, katanya, pihak kepolisian sedang menyelidiki kasus tersebut.

"Jika pemilik mengetahui homestay-nya dipakai untuk kegiatan tersebut, tentu akan kami cabut izin operasionalnya, namun jika pemilik tidak mengetahui, kami juga akan tetap memberikan sanksi. Apalagi kalau homestay-nya tidak berizin, berarti sudah menyalahi perda Sleman," ujarnya, saat menghadiri peresmian Balai Desa Caturtunggal, Depok, Sleman pada Sabtu (15/12/2018)..

Ia berharap masyarakat ikut berpartisipasi dengan cara melapor jika mengetahui hal-hal negatif terjadi di lingkungannya, karena Sleman merupakan daerah dengan jumlah kos dan homestay puluhan ribu.

"Jika pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, dan masyarakat sudah saling mendukung, kegiatan-kegiatan negatif seperti itu tidak akan terjadi lagi," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda DIY mengamankan 12 orang yang diduga melakukan kegiatan pesta seks di salah satu homestay di daerah Condongcatur, Depok, Sleman pada Selasa (11/12/2018) sekitar pukul 23.00 WIB.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Polisi Hadi Utomo menjelaskan sudah menetapkan dua tersangka pada peristiwa tersebut, yaitu AS dan HK.

"Kami menetapkan kedua orang tersebut sebagai tersangka karena berdasarkan saksi dan barang bukti yang kami temukan. Kami juga menemukan keterangan yang sesuai antara satu saksi dengan yang lainnya yang mengarahkan kepada kedua orang tersebut," ujarnya pada Jumat (14/12) di Mapolda DIY.