Politikus PDIP soal Bentrok 2 Massa Parpol di Bantul : Kami Ditembaki Gas Air Mata

Ilustrasi. - Reuters/Mussa Qawasma
25 Desember 2018 21:04 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Otoritas organisasi sayap PDIP, Laskar Tentara Langit Familia angkat bicara terkait bentrok dua simpatisan parpol di Bantul pada Minggu (23/12/2018).

Pembina Laskar Tentara Langit Familia, Yudha PW mengaku tidak tahu menahu ada penyerangan rumah warga. Ia juga tidak tahu jika ada pengadangan. Pihaknya hanya mengetahui setelah massa konvoi sampai Simpang Empat Ringinharjo kemudian diminta mundur oleh polisi.

Yudha mengaku bingung karena massa konvoi melintasi Ringinharjo atas perintah polisi, "Dari Simpang Jodog [di Jalan Srandakan] kami diarahkan ke utara oleh Kapolres, sampai Jetak kami ditembaki gas air mata," ujar politikus PDIP.

Ia menegaskan massanya tidak ada yang membawa senjata tajam. Pihaknya juga menerima saran polisi harus menunggu sekitar satu jam agar bisa keluar dari Jalan Kolonel sugiyono. Politikus PDIP ini megklaim massa konvoi yang mengikuti acara bakti sosial di Pantai Cangkring tidak ada yang melakukan perusakan ke rumah warga.

Bahkan pihaknya siap membantu aparat kepolisian untuk mengungkap pelaku perusakan tersebut. "Kalau terbukti merusak kami siap bantu proses hukum," ujar dia. Yudha menambahkan acara bersih pantai tidak hanya diikuti Laskar Tentara Langit, namun ia juga mengundang beberapa laskar lainnya, bahkan laskar partai lain, termasuk laskar PPP.

Ketua DPC PPP Bantul, Hasyim Turmudzi tidak mengetahui pasti kejadian itu. Namun ia membenarkan adanya simpatian PPP yang ikut melakukan pengadangan, namun simpatisan di wilayah Jetak, kata dia, adalah simpatisan PPP khittah.

Ia tidak menjelaskan yang dimaksud kader PPP khittah. Namun sekedar diketahui PPP khittah selama ini kader PPP yang tidak sejalan dengan kepemimpinan Romahurmuzy. PPP khittah di DIY digawango oleh Syukri Fadholi.

Kendati demikian, Hasyim menilai yang dilakukan warga bukan pengadangan. "Bukan mengadang tapi menghalau supaya tidak terjadi bentrokan," kata dia.

Sementara itu Kapolsek Bantul Komisaris Polisi Munawar mengatakan mengatakan kejadian tersebut sudah dilaporkan ke polisi dan saat ini sedang dalam penyelidikan. Namun ia enggan menjelaskan lebih lanjut karena kasus tersebut ditangani Polres Bantul.

Diberitakan sebelumnya, kelompok simpatisan partai politik (parpol) bentrok dengan warga di Jalan Kolonel Sugiyono, Ringinharjo, Bantul, Minggu (23/12/2018) lalu. Tiga rumah, dua mobil, dan tiga sepeda motor dirusak massa dalam insiden yang terjadi pukul 16.30 WIB tersebut.

Kedua kelompok massa sama-sama membawa senjata tajam. Beruntung polisi dapat mencegah bentrokan lebih meluas dengan menembakkan gas air mata dan tembakan peringatan berkali-kali untuk memukul mundur massa.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa bentrokan itu bermula dari iring-iringan massa dari laskar Tentara Langit Familia. Organisasi sayap Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu baru menggelar bakti sosial bersih-bersih sampah di Pantai Cangkring, Srandakan, Bantul.

Ada lebih dari 2.000 massa dari Bantul dan Kota Jogja berkonvoi mengikuti acara tersebut.

Saat perjalanan pulang, massa Laskar Tentara Langit melintasi Jalan Kolonel Sugiyono, namun diadang oleh warga di Simpang Empat Ringinharjo. Sebagian warga diduga simpatisan Partai Peratuan dan Pembangunan (PPP). Sepanjang jalan dari Simpang Empat Ringinharjo atau Simpang Jetak ke arah utara memang banyak bendera laskar PPP.

Perang batu pun terjadi di Simpang Empat Ringinharjo Selatan. Polisi berkali-kali menembakkan gas air mata ke arah massa. Massa dari laskar Tentara Langit sempat bertahan sekitar satu jam, dan baru bisa melintas selepas maghrib melalui Simpang Empat Ringharjo ke arah timur sampai Gose.

Sementara tiga rumah yang dirusak ada di Dusun Jetak, Pedukuhan Soropaten, Kelurahan Ringinharjo. Rumah yang dirusak pada bagian jendela akibat lemparan batu adalah rumah milik Supriyono, Darman, dan Irwan. Dua kendaraan mobil dan motor di gang masuk dusun juga dirusak.