Pro Ekonomi Rakyat, Hasto Kembali Sabet Penghargaan

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, saat dijumpai di ruangan kerjanya, Jumat (11/1/2019). - Harian Jogja/Uli Febriarni
11 Januari 2019 22:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, Kamis (10/1/2019) menerima penghargaan atas perhatian dan komitmennya terhadap ekonomi kerakyatan. Kali ini, penghargaan diberikan oleh sebuah pasar daring terkemuka di Indonesia.

Penghargaan itu diberikan bersamaan dengan peringatan ulang tahun ke-9 Bukalapak.com di Jakarta. Selain Hasto, ada sejumlah tokoh publik yang mendapatkan penghargaan berdasarkan kategori yang berbeda-beda.

Kala ditemui di ruangannya, Hasto mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang ia terima. Apalagi ia mendapatkan penghargaan sebagai seorang pemimpin daerah. Hasto menjelaskan penghargaan itu diberikan karena ia dinilai menjadi pemimpin daerah yang pro dengan ekonomi kerakyatan. Kalau mau dirunut, ada sejumlah program yang sudah ia terapkan di Kulonprogo misalnya AirKu, Tomira dan adanya 111 e-Warung.

Hasto dianggap layak menerima penghargaan lewat serangkaian polling yang melibatkan banyak pihak. Selain mendukung kemajuan ekonomi kerakyatan, Hasto dinilai mampu menerapkan uang elektronik dan bisnis daerah di wilayahnya.

Menurut Hasto apa yang ia lakukan adalah bentuk usaha untuk mendorong kemajuan di Bumi Binangun. Terlebih saat ini hadir toko daring belabeliku.com. Belabeliku.com adalah wadah bagi para pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Kulonprogo untuk bisa memasarkan dan menjual produk mereka dengan lebih mudah serta bisa dijangkau konsumen dengan luas.

"Adanya e-Warung dan belabeliku.com, meskipun masih tertatih-tatih mampu menjadi kekuatan Kulonprogo untuk lebih cepat masuk dalam jejaring bisnis daring. Itu penilaian publik," kata Hasto di kantornya, Jumat (11/1/2019).

Hasto memandang ke depan, Kulonprogo harus benar-benar berkomitmen dalam memajukan produk lokal unggulan, salah satu lininya adalah AirKu. Saat ini PDAM Tirta Binangun memulai langkah dengan mengirimkan AirKu ke pusat distribusi waralaba berjejaring di Klaten dan menambah variasi produk. Bila sebelumnya AirKu hanya diproduksi dalam botol ukuran 600 ml, gelas 240 ml dan gelas 125ml, kini PDAM memenuhi keinginan PT Pembangunan Perumahan (Persero) yang menjalankan proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA) dengan membuat AirKu kemasan 300 ml. Gerak dinamis produk lokal AirKu diharapkan bisa diikuti oleh produk unggulan lainnya seperti gula semut dan cokelat.

Menurut Koordinator International Council for Small Business (ICSB) Kabupaten Kulonprogo itu, inovasi penting untuk pengembangan sebuah daerah. Inovasi adalah sebuah lompatan. Yang pasti, cinta pada produk lokal, membela ekonomi kerakyatan bukan berarti Kulonprogo anti asing, tetapi membela kemandirian.

Direktur Utama PDAM Tirta Binangun Kulonprogo, Djumantoro, mengungkapkan jajarannya mempersiapkan AirKu sebagai air mineral yang disediakan dan dijual di NYIA. PDAM mulai menerima banyak pengajuan investasi untuk pengembangan kapasitas produksi AirKu. "Namun masih kami verifikasi yang layak. Kami berharap tidak ada produk lain selain AirKu di NYIA," ucapnya.