Instansi Pemerintah di Gunungkidul Ditarget Kirim 5 Berita Per Bulan

Prosesi pengambilan sumpah jabatan yang dilangsungkan di di Aula Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, Jumat (14/9/2018). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara)
12 Januari 2019 10:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL —Keterbukaan informasi publik di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus didorong. Salah satu wujud keterbukaan informasi publik tersebut dari website yang dimiliki. Pasalnya hingga saat ini masih banyak OPD yang belum maksimal mengelola website.

Kepala Bidang Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengharapkan masing-masing Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) menyajikan data yang valid berkaitan dengan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat.

“Setidaknya ada 20 OPD sudah memiliki laman tersendiri. Berdasarkan data yang ada masih banyak OPD yang belum secara aktif memposting berita. Kendala lebih pada terbatasnya SDM [Sumber Daya Manusia] yang mengelola,” kata Kelik, Jumat (11/1/2019).

Bahkan masih minim OPD yang secara aktif mengupdate berita. Beberapa yang cukup banyak, yaitu Dinas Kebudayaan, sebanyak 281 berita. Kemudian disusul Dinas Pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keluarga berencana, pemberdayaan masyarakat dan desa (DP3AKBPMD) sebanyak 89 berita.

Lalu Dinas tenaga kerja dan transmigrasi (Disnakertrans) sebanyak 62 berita, kemudian Badan kesatuan bangsa dan politik sebanyak 38 berita dan inspektorat daerah 32 berita.

Mereka didorong tahun ini dapat mulai aktif untuk pengelolaan website dimana PPID wajib untuk mengirim berita. “Ditarget setiap bulan OPD mengirim lima berita,” ucapnya.

Ditambahkan staff Bidang Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Gunungkidul, Didik bahwa sampai dengan saat ini rata-rata jumlah viewer mencapai ratusan. Namun disisi lain website OPD belum terintegrasi dengan website Pemkab. “Masyarakat paling banyak mengaksesnya melalui smartphone kemudian desktop,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Hary Sukmono mengungkapkan pihaknya berupaya untuk mengoptimalkan pengelolaan website, namun diakuinya saat ini masih terkendala keterbatasan SDM.

“Kami upayakan selalu optimalkan agar kontennya selalu update, tidak hanya website namun medsos [media sosial] juga seperti Instagram, Facebook, Twitter,” kata Hary.

Dikatakan Hary konsep dasar yang selalu diupayakan adalah update konten, baik berita/ informasi maupun kegiatan, dan juga komunikasi dua arah.