PMI DIY Salurkan Bantuan ke 62.707 Warga

GBPH Prabukusumo saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Hotel The Rich Jogja, Sabtu (12/1/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
13 Januari 2019 10:50 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Selama 2018, Palang Merah Indonesia (PMI) DIY telah menyalurkan bantuan kepada 62.707 warga terdampak bencana, di DIY maupun luar provinsi.

Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo mengatakan donasi dari warga Jogja untuk lokasi bencana di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Palu, Sulawesi Tengah telah disalurkan melalui PMI DIY.

"Bantuan untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi di NTB berupa tiga buah water treatment yang menjangkau tiga wilayah di Lombok Utara yaitu di Desa Anyar, Kecamatan Bayan dan Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan serta ada juga yang ditempatkan di Markas PMI di Kabupaten Lombok Utara," katanya kepada awak media, Sabtu (12/1/2019).

Sementara itu, bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah juga sudah disalurkan bantuan tahap pertama berupa 300 paket keperluan sekolah yang berupa tas, jas hujan, buku tulis, buku gambar, dan alat tulis.

Tak hanya mengirim bantuan, PMI DIY juga mengirim personel ke wilayah terdampak bencana seperti di NTB. PMI DIY mengirimkan tim pelayanan kesehatan sebanyak lima kali yang terdiri dari satu dokter dan dua paramedis setiap timnya.

Lembaganya juga mengirim personel dengan spesialisasi pembangunan shelter atau hunian darurat sebanyak satu orang, dan spesialis water and sanitation hygiene sebanyak tiga orang, spesialis psikososial, spesialis koordinator lapangan serta humas satu orang.

Sejumlah personel juga dikirim ke lokasi bencana di Palu, Sulawesi Tengah.Terkait dengan kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610, PMI DIY juga mengirimkan lima orang personel ke lokasi bencana.

Musyawarah Kerja

Pada Sabtu (12/1/2019), PMI DIY menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) periode 2018/2019. Musyawarah dihadiri oleh Dewan Kehormatan Pengurus, Kepala Markas, Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT), dan perwakilan sukarelawan PMI se-DIY.

GBPH Prabukusumo mengatakan dalam forum yang diadakan satu kali dalam setahun tersebut dibahas sejumlah program kerja yang akan dilakukan pada 2019. PMI DIY pada 2019 rencananya akan memprioritaskan program peningkatan kapasitas organisasi dan pelayanan masyarakat.

"Kami juga akan melakukan pembinaan sukarelawan serta mendorong akuntabilitas publik pada pengelolaan keuangan," kata GBPH Prabukusumo.