Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Ratusan warga mengikuti kirab budaya wiwit panen padi Desa Giripeni, Kecamatan Wates, Kamis (4/7/2019).-Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Para petani di Desa Giripeni, Kecamatan Wates tengah berbahagia. Dalam masa panen padi kedua tahun ini, lahan pertanian seluas 52 hektare milik mereka mampu menghasilkan delapan ton gabah kering tiap hektarenya.
“Kami [petani] sangat senang dengan hasil panen karena ada peningkatan dibandingkan saat masa panen pertama kemarin,” kata Ketua Gabungan Kelompok Tani Giripeni, Untung Suharjo, di sela-sela acara Panen Raya Padi Desa Giripeni, Kamis (4/7/2019).
Dia mengungkapkan pada masa panen sebelumnya, Gapoktan Giripeni hanya mampu memperoleh 7,5 ton gabah kering per hektare. Hal itu disebabkan karena serangan hama sehingga banyak tanaman mati. Sedangkan untuk masa panen kedua yang jatuh di awal Juli 2019, terjadi peningkatan.
Sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah, Gapoktan Giripeni menyelenggarakan upacara adat wiwit panen. Kegiatan ini dipusatkan di area persawahan desa setempat. Upacara itu diawali dengan kirab budaya.
Peserta kirab membawa hasil bumi untuk kemudian dimakan bersama-sama dengan para tamu yang hadir. Adapun acara ini turut dihadiri instansi pemerintah, di antaranya, Dinas Pertanian DIY dan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonpogo.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonpogo Aris Nugraha mengatakan lahan pertanian padi di Kulonprogo pada Juni hingga Juli tahun ini memang sedang memasuki masa panen kedua. Total luas tanam mencapai 10.000 hektare dengan potensi produksi hingga 42.000 ton beras.
Jika panen raya lancar, maka kebutuhan pangan khususnya beras di Kulonprogo dipastikan aman. “Diharapkan dengan panen ini stok padi di Kulonprogo aman dan mempertahankan surplus beras,” ucapnya.
Aris menegaskan instansinya akan mengawal proses panen raya ini supaya produksi padi di Kulonprogo tercukupi. Antisipasi hama serta kekeringan terhadap lahan persawahan juga bakal menjadi perhatian.
“Dinas akan mengawal terus sampai panen semua, termasuk mengantisipasi hama dan kekeringan yang potensinya mencapai 200 hektare. Kami [Disperpangan] sudah menjalin kerja sama dengan DPUKP terkait dengan pengairan sawah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul 19 Mei 2026 di Wiladeg Karangmojo dan titik layanan lain untuk perpanjangan SIM A dan C.
Cuaca Jogja hari ini diprakirakan hujan ringan di Sleman dan Kota Jogja, sedangkan Bantul dan Gunungkidul berpotensi udara kabur.
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.