BP Tapera Tebar Rp8,83 Triliun Buat Pejuang KPR, Ini Realisasinya
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Ilustrasi koperasi.
Harianjogja.com, KULONOPROGO—Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop UMKM) Kulonprogo merevitalisasi koperasi-koperasi yang mati suri alias lebih dari tiga tahun tidak pernah menggelar rapat anggota tahunan (RAT).
“Sejak 2017 sampai sekarang, sudah ada 107 koperasi mati suri yang dicoret. Untuk sekarang, koperasi-koperasi yang pasif akan coba direvitalisasi terlebih dahulu agar bisa aktif kembali,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulonprogo, Sri Harmintarti, Rabu (10/7).
Apabila koperasi pasif sudah tidak bisa lagi ditangani dan tiga tahun berturut-turut tidak menggelar RAT, Diskop UMKM tak segan-segan untuk mencoretnya. Koperasi yang akan dicoret diusulkan ke Kementerian Koperasi dan UMKM untuk mendapat persetujuan setelah ada peninjauan dari Kemenkop UMKM.
Pencoretan koperasi itu mengacu pada Peraturan Menteri Koperasi UMKM No.10/2015 tentang Kelembagaan Koperasi, Pemkab Kulonprogo akan lebih menekankan pada kualitas kelembagaan koperasi bukan lagi pada kuantitas koperasi. Total setelah pencoretan, saat ini ada 258 koperasi yang aktif di Kulonprogo.
Apabila koperasi sudah dicoret karena tidak aktif lagi, maka koperasi tersebut sudah tidak lagi mendapatkan bantuan dari Pemkab karena status badan hukumnya dicabut. Beberapa persoalan pada koperasi yang tidak lagi aktif antara lain regenerasi yang tidak jalan dan juga kepengurusan.
Dalam masalah regenerasi, koperasi masih banyak dipegang oleh pengurus yang usianya sudah tua. Untuk masalah kepengurusan, dalam koperasi pasif, masih banyak koperasi yang pengurusnya berpindah tapi masih tercatat di struktur kepengurusan.
Harmintarti berharap koperasi bisa lebih inovatif lagi agar bisa bersaing dengan badan usaha lainnya. Selain itu, koperasi bisa lebih produktif tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam saja.
Kepala Seksi Pengawasan Diskop UMKM Kulonprogo Sutrisno Purwanto mengungkapkan instansinya tidak hanya mengupayakan pencoretan saja karena ada upaya menjaga keaktifan koperasi di Kulonprogo.
Meskipun tahun ini tidak ada bantuan materiil pada koperasi di Kulonprogo, Diskop UMKM tetap memberikan bantuan pelatihan. “Ada bimtek [bimbingan teknis], kami juga fasilitasi permodalan bagi koperasi,” tuturnya. (
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa