Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Simulasi bencana alam, Selasa (3/4/2018). (Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara)
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Pemkab Kulonprogo siap tambah dua desa tangguh bencana (destana) baru. Pembentukan Destana akan dikejar dari Juli ini sampai September.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Ariadi mengatakan, saat ini di Kulonprogo baru ada 38 destana. Sementara, hampir semua desa di Kulonprogo ada pada posisi rawan bencana. Dari 88 desa, ada 75 desa yang masuk pada kategori rawan bencana.
Kerawanan bencana berbeda-beda di tiap wilayah. Untuk wilayah rawan longsor ada di Kecamatan Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, Kokap, sebagian Nanggulan dan Pengasih.
Sementara untuk rawan bencana gempa dan tsunami ada di Kecamatan Galur, Panjatan, Wates dan Temon. Ada juga angin kencang di Sentolo, Nanggulan, Girimulyo, dan Panjatan.
"Dengan kerawanan bencana hampir di semua desa, kami dorong tiap desa menjadi Destana. Rencananya, tahun ini kami siapkan penambahan Destana di dua desa, yaitu Desa Gotakan dan Desa Cerme Kecamatan Panjatan," ujar Ariadi pada Selasa (16/7/2019).
Pembentukan dua Destana itu direncanakan akan dimulai sejak bulan ini sampai September nanti. Anggaran yang disiapkan Pemkab Kulonprogo dalam pembentukan dua Destana tersebut berasal dari APBD.
Ia mengatakan, program Destana di Kulonprogo sudah dimulai sejak 2012. Dengan pembentukan Destana diharap masyarakat bisa meningkatkan kemampuannya dalam melakukan mitigasi bencana sesuai dengan potensi kerawanannya.
"Setelah menjadi Destana, nantinya desa dapat mengalokasikan dana desa untuk program penanggulangan bencana sesuai dengan kebutuhan desa tersebut," tutur Ariadi.
Penggunaan dana desa bisa untuk mitigasi bencana sesuai dengan Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Permendes PDTT) No.16/2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa. Dana desa tersebut bisa dipakai untuk pembelian peralatan mitigasi sesuai dengan kebutuhan desa, atau juga penyelenggaraan pelatihan tanggap bencana.
Anggota Komisi IV DPRD Kulonprogo, Suharto mengatakan Pemkab Kulonprogo harus segera membentuk Destana untuk semua desa rawan bencana. "Dengan adanya destana masyarakat jadi tahu apa yang harus dilakukan untuk menanggulangi bencana. Minimal bisa mengantisipasinya," kata Suharto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Target 3,49 juta lapangan kerja baru pada 2027 dinilai berat. Investasi padat modal dan struktur pasar kerja menjadi tantangan pemerintah.
Dortmund menang 2-0 atas Hamburg pada pekan pertama Liga Jerman. Serhou Guirassy dan Giannis Konstantelias mencetak gol kemenangan.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian membuka peluang negosiasi dengan AS dengan syarat tindakan kedua pihak harus timbal balik dan proporsional.
Dokter UMY meluruskan mitos behel, mulai dari anggapan bikin pipi tirus, tekanan lebih kuat hingga anggapan semua orang perlu kawat gigi.
Lima daerah meraih Penghargaan IKD 2026 dari PII dan Kemendagri. Maluku Utara mendapat Platinum, disusul Riau, Sragen, DKI Jakarta, dan Balikpapan.