Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Kondisi salah satu rumah produksi garam di Pantai Dadap Ayam, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari. Foto diambil belum lama ini./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Budi daya garam di Pantai Dadap Ayam, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari sudah dimulai sejak setahun terakhir. Namun dari sektor usaha, budi daya ini masih sebatas sambilan.
Bendahara Kelompok Petani Garam Dadap Makmur, Triyono, mengungkapkan para petani garam hingga saat ini belum bisa memasarkan garam asal Gunungkidul secara optimal. Salah satu kendala lantaran belum munculnya hasil uji laboratorium terkait dengan kualitas produk yang dihasilkan. “Memang laku tetapi kalau ada hasil laboratorium bisa jadi pegangan untuk kepastian usaha. Usaha petani garam di sini masih sebatas sambilan dan belum menjadi usaha pokok,” kata Triyono kepada wartawan, Rabu (24/7/2019).
Dia menjelaskan budi daya garam di Pantai Dadap Ayam masuk kategori premium sehingga harga jual lebih tinggi ketimbang garam yang beredar di pasaran saat ini. Meski demikian, Triyono mengakui harga jual masih belum sesuai target lantaran belum adanya hasil uji laboratoriu. “Mudah-mudahan hasil pengujian segera turun,” katanya.
Ia menuturkan, garam asal Pantai Dadap Ayam saat ini dipasarkan dengan harga Rp2.000 hingga Rp4.000 per kilogram. Jika mengacu pada harga garam premium, harga per kilo bisa mencapai Rp7.500. “Selama ini yang beli masyarakat sekitar dan wisatawan yang berkunjung ke Pantai Ngobaran,” katanya.
Di Pantai Dadap Ayam terdapat 10 rumah produksi garam. Setiap bulannya dari rumah-rumah produksi ini mampu menghasilkan garam seberat 800 kilogram hingga satu ton. “Produksi masih terus berjalan,” kata Triyono.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, Krisna Berlian, mengakui budi daya garam yang ada di Pantai Sepanjang dan Dadap Ayam masuk jenis premium yang harganya bisa mencapai Rp7.500 per kilogram. Namun untuk awal produksi petani diimbau tak mematok harga yang tinggi agar produk yang dihasilkan bisa diterima di pasaran. “Hitung-hitung buat promosi. Jadi dengan harga di kisaran Rp4.500 sudah baik,” katanya.
Menurut dia, promosi ini sangat penting karena sebagai pengenalan ke masyarakat. Terlebih, kata Krisna, garam yang ada di pasaran saat ini merupakan kualitas yang biasa dan hanya dipatok Rp1.500 per kilogram. “Margin harga ini harus disiasati karena masyarakat tahunya garam, sedang untuk kualitas masih belum begitu diperhatikan. Jadi untuk bisa diterima di pasaran harus ada promosi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 28 September 2026, lengkap dengan 10 jadwal keberangkatan dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.