Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Beras Bulog/JIBI-Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY dan Bulog Divre DIY merencanakan operasi pasar murni (OPM) beras untuk mengantisipasi melambungnya harga beras saat musim kemarau.
“Operasi pasar dilaksanakan di daerah yang rawan bencana kekeringan. Meski saat in I belum ada lonjakan harga sebagai dampak kekeringan, kami tetap mengantisipasnya,” kata Kepala Seksi Pengawasan Perdagangan Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disperindag DIY, Sabar Santosa, Minggu (18/8/2019).
Untuk tahap awal operasi pasar akan dilakukan di Kabupaten Bantul. Untuk tahap selanjutnya operasi pasar digelar di Kabupaten Gunungkidul. “Prediksi kami operasi pasar di Gunungkidul bakal mendapatkan sambutan yang tinggi dari masyarakat,” ucapnya. Dikatakan Sabar, saat ini harga bahan pokok cenderung stabil, sehingga diharapkan dengan kegiatan ini harga tetap terjaga.
Kepala Bulog Divre DIY, Rini Andrida, mengungkapkan upaya untuk penstabilan harga beras khususnya terus dilakukan dengan upaya ketersedian pasokan dan stabilisasi harga (KPSH). Menurut Rini, KPSH tersebut bermacam-macam salurannya, dapat melalui rumah pangan kita (RPK), upaya mendekatkan titik transaksi dengan masyarakat, kemudian memasok di pasar-pasar mitra dan berbagai saluran lainnya. “Prinsipnya KPSH atau operasi pasar bertujuan memudahkan akses pangan masyarakat sehingga harga pangan stabil,” kata Rini.
Rini menambahkan untuk stok beras di wilayah kerja Bulog Divre DIY pada posisi 40.000 ton. Jika untuk keperluan OP akan mencukupi hingga enam bulan ke depan. “Untuk wilayah DIY hasil panen saat ini relatif semakin kecil. Namun kami masih melakukan pembelian dengan skema buy to sell atau pembelian komersial,” ucapnya.
Jika nantinya kebutuhan masih kurang, stok secara nasional masih cukup besar sehingga bisa memenuhi dengan mengambil dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. (
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.