Prediksi Bali United vs Persita Tangerang: Susunan Pemain, H2H, Skor
Bali United bermodal dua kemenangan beruntun, yang keseluruhan didapatkan ketika bermain tandang, Sementara itu Persita datang dengan modal yang lebih bagus lag
Para atlet yang bertanding di Peparda DIY 2019 berfoto bersama Bupati Bantul Suharsono di Gedung Parasamya, kompleks Pemkab Bantul, Rabu (9/10/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul memastikan tak ada bonus bagi atlet difabel yang berlaga dalam Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) DIY tahun ini.
Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko mengatakan anggaran sepenuhnya sudah diberikan dalam bentuk hibah kepada Komite Paralimpiade Nasional atau National Paralympic Committee (NPC) Bantul, selaku wadah pembinaan atlet difabel. “Bonus dan sebagainya sudah jadi kebijakan NPC setelah kami berikan hibah,” kata dia saat ditemui di Gedung Parasamya, kompleks Pemkab Bantul, Jumat (11/10/2019).
Mantan Kepala SMAN 2 Bantul itu mengatakan instansinya saat ini sudah tidak memiliki anggaran untuk atlet yang bertanding karena sudah diserahkan melalui wadah pembinaan baik NPC maupun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bantul.
Akan tetapi soal permintaan NPC agar ada penambahan dana hibah untuk tahun depan, dia mengaku siap mengupayakannya.
Dia tidak memungkiri kebutuhan sarana dan prasarana atlet difabel cukup mahal dibanding fasilitas olahraga pada umumnya. Itulah sebabnya jika penambahan hibah dalam bentuk uang tidak memungkinkan, maka solusinya adalah hibah langsung dalam bentuk sarana dan prasarana olahraga. “Bahkan hibah fasilitas olahraga bisa kami upayakan tanpa harus menunggu tahun depan,” ucap dia.
Bendahara NPC Bantul, Ari Kurniawan, sebelumnya mengatakan bahwa dana hibah yang diberikan Pemkab Bantul tahun ini Rp750 juta masih kurang untuk pembinaan dan fasilitasi para atlet. Bahkan dalam Peparda ini pihaknya tidak menyediakan bonus khusus seperti yang disediakan KONI untuk atlet Porda bagi atlet yang berhasil mendapat medali emas.
Ia menyatakan dana hibah tidak cukup untuk pembinaan atlet. Dia mencontohkan pengadaan kursi roda untuk tenis saja bisa mencapai Rp35 juta per unit. Beberapa sarana cabang olahraga lainnya, kata Ari, juga cenderung mahal. “Itulah yang memaksa kami lebih banyak membelanjakan dana hibah yang kami peroleh tahun ini untuk sarana dan prasarana olahraga ketimbang pembinaan,” ucap dia.
Isdarmoko mengatakan idealnya dana hibah minimal sebesar Rp1 miliar. “Bandingkan, Sleman saja hibahnya untuk sudah sampai Rp1,3 miliar tahun ini,” kata Ari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bali United bermodal dua kemenangan beruntun, yang keseluruhan didapatkan ketika bermain tandang, Sementara itu Persita datang dengan modal yang lebih bagus lag
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.
Lonjakan penumpang KA Daop 6 Yogyakarta naik hingga 91% saat libur panjang. KAI tambah 7 perjalanan kereta.
DPRD DIY soroti dokumen renovasi Mandala Krida yang belum lengkap. MC-0 dan DED 2026 terancam tertunda.
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Mei 2026 lengkap di Alun-Alun Kidul, Sasono Hinggil, dan MPP. Cek lokasi, jam, dan syarat perpanjangan SIM A dan C terbaru.