Fun Mini Soccer PKB DIY Ramaikan Peringatan Hari Santri 2026
DPW PKB DIY memperingati Hari Santri Nasional 2026 melalui fun mini soccer yang diikuti enam tim untuk mempererat kebersamaan santri dan anak muda.
Ilustrasi tes CPNS./JIBI-Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, JOGJA—DPRD DIY bersama Pemda DIY masih membahas Raperda Pelestarian Huruf dan Bahasa Jawa di DPRD DIY, Jumat (15/11). Pemda DIY mengusulkan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan kenaikan jabatan di lingkungan Pemda DIY memasukkan materi bahasa Jawa.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY Untung Sukaryadi mengatakan pencantuman pasal tersebut dalam Perda secara perlahan akan membumikan Bahasa Jawa.
“Bahasa dan aksara Jawa akan menjadi kebanggaan sekaligus menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Kalau tidak terikat, atau hanya dianggap sebagai budaya, orang belum tentu punya rasa handarbeni [rasa memiliki] terhadap bahasa Jawa, jadi harus ada daya paksa,” kata dia dalam Rapat Penyempurnaan Draf Raperda Inisiatif DPRD DIY tentang Pelestarian Huruf dan Bahasa Jawa di DPRD DIY, Jumat (15/11/2019).
“Kalau mau jadi dukuh tesnya harus bisa berbicara dan menulis aksara Jawa. Pegawai mau naik pangkat ASN harus bisa bahasa Jawa dan aksara Jawa. Mau masuk CPNS ada tes bahasa Jawa.”
Syarat tersebut juga akan membuat guru bahasa Jawa merasa bangga atas manfaat ilmu yang diberikan kepada siswanya.
“Aksara dan bahasa itu merupakan identitas dan alat pemersatu, pada perspektif sosial. Aksara bahasa ini perlu dilestarikan, dikembangkan, selain itu yang paling penting adalah [aturan keterampilan berbahasa Jawa] diterapkan,” ucapnya.
Ketua Komisi D DPRD DIY Kuswanto sepakat dengan usulan tes kemahiran berbahasa Jawa dalam seleksi CPNS dan kenaikan jabatan di Pemda DIY. Ia menargetkan raperda itu segera ditetapkan pada akhir 2019 ini, sehingga pada 2020 perda itu bisa segera diterapkan. “Implementasi [pelestarian bahasa Jawa] di bawah enggak bakalan bisa selesai, kalau tidak seperti ini [penerapan aturan kemahiran bahasa Jawa],” ucapnya.
Raperda ini memuat 14 pasal, terdiri atas bab pertama berisi tiga pasal, bab kedua mengatur tentang kedudukan dan fungsi terdiri tiga pasal, bab ketiga tentang pemerliharaan terdiri dua pasal dan bab IV tentang pengembangan berisi tiga pasal.
Pakar Bahasa Jawa dari Institut Javanologi UNS Prof Sahid Teguh Widodo memberikan sejumlah masukan. Salah satu pada draf pasal 4 ayat 2 berbunyi, “Bahasa Jawa sebagai bahasa resmi daerah sebagaimana dimaksud pada ayat 1 sebagai pelengkap tidak mengesampingkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dan bahasa nasional.”
Ia mengkritik penggunaan kata mengesampingkan.
“Karena penggunaan kata mengesampingkan ini agak kurang enak, saya lebih sepakat seperti ini, Bahasa Jawa sebagai bahasa resmi daerah sebagaimana dimaksud pada ayat 1 sebagai pelengkap dan tetap menjunjung tinggi kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dan bahasa nasional,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPW PKB DIY memperingati Hari Santri Nasional 2026 melalui fun mini soccer yang diikuti enam tim untuk mempererat kebersamaan santri dan anak muda.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 25 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 25 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Juan Martínez Munuera ditunjuk memimpin El Clasico Barcelona vs Real Madrid. Simak rekam jejak, kontroversi, dan catatan kedua tim.
Kongo memulai uji klinis TUMAINI untuk menguji kandidat vaksin Ebola Bundibugyo. WHO mencatat 9.552 kasus terkonfirmasi per 21 Oktober 2026.
Veda Ega Pratama meraih pole position Moto3 Australia 2026 dengan waktu 1 menit 35,299 detik. Ia mengaku senang dan siap menghadapi balapan.