Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Ilustrasi mayat. /Antara
Harianjogja.com, LENDAH - Niat ingin memotong ranting-ranting yang rawan patah sebagai bentuk antisipasi pada musim penghujan, seorang warga di Dusun Kasihan II, Desa Ngentakrejo, Kecamatan Lendah justru meregang nyawa.
Nasib nahas itu menimpa Poniran, 61, yang pada Jumat (29/11/2019) sore pukul 17.15 WIB jatuh dari pohon munggur dengan ketinggian sekitar 12 meter. Ia tertimpa ranting pohon yang dipotongnya sendiri. Ranting yang menimpanya sebesar paha orang dewasa dan panjangnya sekitar lima meter.
Kepala Desa Ngentakrejo, Sumardi, menuturkan sejak tiga hari terakhir Poniran sibuk merapikan ranting pohon munggur di pekarangan rumahnya lantaran takut patah dan menimpa rumah-rumah di sekitarnya jika musim penghujan nanti tiba. Setiap sore, dirinya memotong ranting itu karena tidak ada yang membantu di rumahnya.
"Korban memotong pohon karena inisiatif sendiri, sebab ada yang bercabang ke rumah tetangga, dirasa bahaya kalo hujan," kata Sumardi.
Dikatakannya, beberapa tetangga sempat memperingatkan Poniran tiga hari terakhir untuk tidak memaksakan diri menebang pohon, sebab dirinya sudah terbilang sepuh untuk melakukannya. Kesibukan Poniran sendiri saat ini adalah sebagai tukang.
Bhabinkamtibmas Desa Ngentakrejo, Bripka Ari Agus Purwanto, usai meninjau lokasi kejadian mengungkapkan korban tidak menggunakan alat pengaman saat menebang pohon. "Biasanya badannya ditali ke pohon, tapi ini tadi tidak," kata dia.
Menurut Ari, saat korban memotong ranting tersebut, ranting itu justru mengenai dirinya. Keseimbangannya yang goyah membuat pegangannya terlepas. Poniran tak langsung jatuh ke tanah, melainkan jatuh di salah satu dahan yang lain, baru jatuh ke tanah.
"Begitu jatuh, masih menunjukkan tanda-tanda masih hidup, tapi sudah muntah darah. Kemungkinan meninggal di perjalanan saat dibawa ke RS PKU Bantul," jelasnya.
Ari menuturkan wilayah Ngentakrejo yang merupakan pedesaan membuat daerah ini masih banyak pepohonan besar dengan ranting yang rawan patah. Walau begitu, pihaknya meminta warga untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan. Ia akan kembali melakukan sosialisasi kepada warga terkait keamanan saat menebang pohon.
"Kejadian tak hanya sekali ini, dari dulu sudah banyak kejadian. Kami harap warga, apalagi orang tua, tidak nekat. Sebentar lagi masuk musim penghujan juga perlu hati-hati," kata Ari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.