Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Suasana terminal keberangkatan dan kedatangan di Yogyakarta International Airport, Kecamatan Temon, Jumat (7/6/2019).-Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, KULONPROGO--Pemerintah Kabupaten Kulonprogo perlu membuat pasar induk guna mengimbangi kehadiran Yogyakarta International Airport (YIA) yang rencananya mulai beroperasi penuh pada pertengahan tahun depan.
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Lajiyo Yok Mulyono mengatakan keberadaan pasar induk sangat penting. Pasar ini sebagai pusat ekonomi masyarakat, sekaligus tempat memasarkan produk-produk lokal.
Sayangnya Pemkab Kulonprogo kurang menyadari pentingnya pasar tersebut. Dari lima kabupaten/kota di DIY, hanya Kulonprogo lanjut Lajiyo, yang belum memiliki pasar terpusat seperti itu.
Oleh karenanya Lajiyo menyarankan Pemkab membangun atau menetapkan salah satu pasar di Kulonprogo untuk jadi Pasar Induk. Pasar Sentolo Baru misalnya. Menurut politikus Partai Gerindra ini lokasi Pasar Sentolo Baru sangat strategis. Berada di pinggir Jalan Nasional Wates-Yogyakarta yamg merupakan salaj satu jalur utama menuju YIA. Di samping itu pasar ini juga cukup dekat dengan wilayah perbatasan Kabupaten Bantul dan Sleman. .
"Dalam mensikapi pembangunan megaproyek dan pengembangan ekonomi yang berpihak kepada masyarakat kecil, sudah seharusnya Pemkab membangun Pasar Induk, dan salah satu yang bisa dimanfaatkan adalah Pasar Sentolo Baru," kata Lajiyo, Sabtu (7/12/2019).
Namun demikian perlu ada proses panjang untuk menetapkan Pasar Sentolo Baru sebagai Pasar Induk Kulonprogo. Pemkab harus serius dalam hal penataan juga pendekatan kepada pedagang. Seperti diketahui kondisi Pasar Sentolo Baru ibarat hidup segan mati tak mau. Meski berada di di pinggir jalan Nasional, kondisinya sepi.
Musababnya kios Pasar Baru Sentolo yang harusnya diisi oleh para pedagang Pasae Lama Sentolo masih kosong. Banyak pedagang yang memilih untuk berjualan di lokasi lama. "Saat ini, puluhan pedagang di Pasar Sentolo Baru mengeluh dagangannya tidak laku. Selain itu, kios-kios banyak ditinggalkan oleh pedagang dan mangkrak," ujarnya.
Kepala Dinas Perdagangan Kulonprogo Iffah Muffidati mengatakan kabupaten ini memang belum memiliki Pasar Induk. Pembangunan Pasar Induk masih terus dikaji oleh pemerintah, termasuk usulan terkait penetapan Pasar Sentolo Baru sebagai Pasar Induk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.