Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Ilustrasi jalan tol./JIBI-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA--Selokan Mataram akan menjadi jalur jalan tol yang melintasi wilayah DIY.
Jalur irigasi yang dibangun di zaman lawas, Selokan Mataram, dipastikan bakal dilewati proyek tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen. Namun, Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan, selokan hasil ide Sultan Hamengku Buwono (HB) IX itu tak akan berubah fungsi.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Krido Suprayitno, menuturkan Selokan Mataram tidak hanya bermanfaat bagi warga di DIY. Bahkan keberadaannya memberikan nilai sejarah tersendiri.
"Nantinya tol Yogyakarta-Solo akan melewati beberapa titik Selokan Mataram, yang dimulai dari simpang susun Purwomartani. Kami bermaksud akan menjadikan Selokan Mataram menjadi ikon tol Yogyakarta," tuturnya, di sela sosialisasi pembangunan tol, di Balai Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DIY, Selasa (28/1/2020).
Ia mengakui bahwa saat ini pihaknya belum melakukan pembicaraan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSSO) berkenaan dengan terdampaknya Selokan Mataram.
"Nanti pembahasan bersama BBWSSO dilakukan pada saat konsultasi publik bersama dengan para instansi yang lain, seperti Dishub, PDAM, dan pihak lain terkait. Di situlah akan koordinasi, dinamakan konsolidasi instansi," kata dia.
Diperkirakan, tahapan itu akan dilakukan pada awal Maret 2020. Pasalnya, saat ini tim pembangunan tol sedang menyelesaikan tahapan sosialisasi, yang merupakan tahap persiapan, bersama masyarakat terdampak.
Ia menyebut, dari hasil validasi pasca-proses sosialisasi, yang sudah berjalan selama ini, upaya validasi di Sleman Timur sudah mencapai 90 persen. Kawasan Desa Bokoharjo juga tercatat sebagai desa paling siap untuk dijadwalkan mengikuti konsultasi publik.
Sementara itu, Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan BBWSSO Sahril menjelaskan, sampai dengan saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti detail rencana pembangunan tol di area Selokan Mataram.
Hanya saja, BBWSSO berharap, jaringan irigasi tersebut bisa dipertahankan fungsinya karena sangat bermanfaat bagi masyarakat dan memiliki nilai sejarah.
"Kalau nanti jalan tol mengenai irigasi, akan ada tindakan teknis yang diambil," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Nakhoda KM Virgo Transport 8 berinisial AY ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait tenggelamnya kapal di perairan Laut Jawa.