TPAS Wukirsari Terima 60 Ton Sampah per Hari, Organik Dominan
DLH Gunungkidul mencatat 70 persen sampah di TPAS Wukirsari masih berupa sampah organik. Warga didorong memilah sampah dari rumah.
Ibadah haji. /REUTERS-Ammar Awad
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul mulai mempersiapkan pelaksanaan Ibadah Haji 2020. Salah satu persiapan dengan pengecekan kesehatan jemaah calon haji.
Kasi Penyelenggaraan Umrah dan Haji Kemenag Gunungkidul, Zuhdan Aris, mengatakan salah satu persiapan yang dilakukan yakni kesehatan jemaah. “Kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul,” kata Zuhdan, Minggu (9/2/2020).
Menurut dia, rekomendasi sangat penting karena faktor yang paling utama keberangkatan jemaah calon haji adalah kesehatan. “Kalau tidak memperoleh rekomendasi maka calon tidak bisa berangkat,” katanya. Pada Rabu (5/2) tim dari Dinkes telah memeriksa kesehatan jemaah calon haji dan memberikan vaksin meningitis. “Kami masih menunggu hasil rekomendasi secara keseluruhan,” katanya.
Dijelaskan Zuhdan, tes kesehatan hanya menjadi salah satu tahapan persiapan. Ada beberapa proses lain mulai dari persiapan fisik, manasik hingga akomodasi berupa paspor dan visa tinggal selama ibadah berlangsung. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan para jamaah bisa menjalankan ibadah dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Gunungkidul mencatat 70 persen sampah di TPAS Wukirsari masih berupa sampah organik. Warga didorong memilah sampah dari rumah.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.