RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Para peserta skill competition berlomba di acara HUT ke-101 Pemadam Kebakaran tingkat nasional di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (28/2/2020)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 294 petugas pemadam kebakaran dari 49 kabupaten/kota se-Indonesia beradu kemampuan dalam puncak acara acara HUT ke-101 Pemadam Kebakaran secara nasional.
Dalam skill competition yang digelar sebagai bagian dari rangkaian acara yang dilaksanakan di Stadion Sultan Agung, Bantul, selama tiga hari mulai Kamis-Sabtu (27-29/2/2020) tersebut memperlombakan beberapa skill, di antaranya adalah ketangkasan, teknik penyelamatan, hingga teknik menggunakan peralatan pemadam kebakaran, serta penyelamatan korban.
“Tujuan kegiatan ini adalah menjaga semangat korsa dari para pemadam. Mereka harus bekerja secara kelompok atau bersama dalam operasi pemadaman kebakaran dan menjaga profesionalitas,” kata Kepala Sub Bagian Direktorat Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Pemadam Kebakaran, Kementerian Dalam Negeri, Purno Laksito, di Stadion Sultan Agung Bantul, Jumat (28/2/2020).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.