UNY Pakai 2 Bus Listrik VKTR, Mobilitas Kampus Makin Ramah Lingkungan
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggunakan dua bus listrik VKTR 8 meter untuk mendukung mobilitas kampus yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
Dirut PT Sido Muncul Irwan Hidayat dan Ketua Umum Perdami M Sidik, melakukan penandatanganan kesepakatan program operasi gratis penderita katarak disaksikan Penasehat Perdami Nila F Moeloek dan Bupati Kulonprogo Sutejo serta Dekan Fakultas Kedokteran UGM Prof dr Ova di RSUD Nyi Ageng Serang Kulonprogo, Kamis (27/2/2020)
Harianjogja.com, KULONPROGO - Kasus katarak di Indonesia masih sangat besar. Kecenderungan penderita katarak pun disinyalir setiap tahun terus bertambah 1% dari jumlah penduduk Indonesia seiring semakin meningkatnya angka harapan hidup masyarakat.
Direktur RSUD Nyi Ageng Serang Kulonprogo Sandrawati Said mengatakan meskipun angka kasus katarak tinggi tetapi kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kondisi matanya sejak dini masih rendah. "Biasanya mereka pergi ke rumah sakit kalau kondisi katanya sudah benar-benar terganggu. Ini yang salah satunya menyebabkan kasus katarak di Indonesia tinggi," katanya disela operasi gratis penderita katarak yang menggandeng PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul, Tbk (Sido Muncul), dlaam rilis yang diterima Harian Jogja, Senin (2/3/2020).
Operasi katarak tersebut, menurut Sandra digelar selama dua hari, Kamis (27/2/2020) hingga Jumat (28/2/2020). Dalam operasi katarak pertama di tahun 2020 ini, PT Sido Muncul memberikan bantuan kepada 75 pasien warga Kulonprogo dan lima penderita bibir sumbing. Operasi gratis itu juga menggandeng alumni Fakuktas Kedokteran UGM angkatan 1983 dan Seksi Pemberantasan Buta Katarak Perdami Pusat.
Sandra berharap, operasi gratis dapat membantu masyarakat penderita katarak dan juga mendorong kesadaran warga agar memeriksakan kondisi katanya sejak dini. "Jangan menunggu benar-benar terganggu untuk memeriksa kondisi mata. Lakukan pencegahan sejak dini," katanya.
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan kerja sama ini merupakan kelanjutan komitmen Sido Muncul dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) untuk terus mengurangi jumlah penderita katarak di Indonesia.
Tahun ini, pihaknya menargetkan sekitar 12.000 mata yang dioperasi. Dia berharap agar perusahaan lainnya bisa ikut terlibat dalam program ini untuk membantu masyarakat. "Sejak 2011 lalu, kegiatan operasi katarak gratis kami lakukan. Sampai saat ini bersama Perdami kurang lebih 54.000 mata yang sudah kami operasi di seluruh Indonesia," kata Irwan.
Ia mengapresiasi komitmen para dokter mata dan Perdami, yang telah bahu membahu mengadakan kegiatan sosial operasi katarak secara gratis di seluruh penjuru negeri. "Dokter yang melakukan operasi tidak dibayar. Operasi ini tidak akan berjalan tanpa dukungan dari berbagai pihak, terutama para dokter dari Perdami," ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Bupati Kabupaten Kulonprogo Sutedjo dan mantan Menteri Kesehatan yang juga Dewan Penasehat Perdami Nila F. Moeloek. Menurut Moelek penderita katarak tiap tahunnya meningkat 1%. "Jika ini tidak ditangani maka penderita akan sangat kesulitan melakukan aktivitas, terlebih bagi mereka yang bekerja," kata Dewan penasehat seksi penanggulangan buta katarak Perdami ini. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggunakan dua bus listrik VKTR 8 meter untuk mendukung mobilitas kampus yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
InfraNexia dan XLSMART memperluas kerja sama infrastruktur konektivitas untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi jaringan di Indonesia.
Timnas Boccia Indonesia juara World Boccia Championship 2026 di Seoul dengan 3 emas dan 1 perak, sekaligus mengamankan poin menuju Paralimpiade 2028.
Hipertensi tak selalu disebabkan makanan. Tujuh kebiasaan sehari-hari, mulai dari konsumsi garam hingga kurang tidur, bisa memengaruhi tekanan darah.
Anggota DPRD Jateng Muhammad Farchan meminta rencana PLTP Gunung Ungaran dikaji ulang karena menyangkut sumber air, lingkungan, dan cagar budaya.
Guru SD menyoroti fenomena anak socially awkward di sekolah di tengah meluasnya smartphone dan AI serta pentingnya interaksi langsung.